Praktik jual beli kambing dengan system trade in dalam perspektif hukum islam

  • Amaliyah A
  • Tumirin T
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstrak Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk memahami perspektif hukum Islam terhadap praktik jual beli kambing dengan system trade in. Penelitian ini menggunakan pendekatan normatif dengan metode epistemologi bayani dan epistemologi burhani yaitu menggunakan penguasaan teks dan akal untuk menafsirkan Al-Qur’an dan as-sunnah. Hasil penelitian menunjukkan praktik jual beli kambing dengan system trade in (tukar tambah) di perbolehkan dalam sudut pandang hukum Islam, dengan syarat nilai kambing harus diketahui oleh kedua belah pihak sehingga tidak ada nilai barang yang gharar, jual beli harus diadakan kesepakatan kedua belah pihak, dan kambing yang diperjualbelikan harus kambing yang halal dan tidak cacat. Abstract The purpose of this study is to understand the perspective of Islamic law on the practice of buying and selling goats with a system trade-in. This study uses a normative approach with the botanical epistemology bayani and the burhani epistemology, namely using mastery of the text and reason to interpret the Al-Qur’an, as-sunnah. The result show that the practice of buying and selling goats with a trade-in system allowed in the viewpoint of Islamic law, provided that the value of the goat must be known by both parties so that there is no value goods that gharar, and the goats that are traded must be halal and non-defective goats.

Cite

CITATION STYLE

APA

Amaliyah, A., & Tumirin, T. (2019). Praktik jual beli kambing dengan system trade in dalam perspektif hukum islam. Imanensi: Jurnal Ekonomi, Manajemen, Dan Akuntansi Islam, 4(2), 44–60. https://doi.org/10.34202/imanensi.4.2.2019.44-60

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free