Perlakuan orang tua yang kaku juga dapat menyebabkan remaja merasa tertekan dan terikat. Keadaan tersebut dapat menimbulkan kegelisahan dan rasa tidak enak, sehingga anak akan mengalami kecemasan. Kecemasan adalah perasaan takut yang tidak jelas dan tidak didukung oleh situasi, individu yang merasa cemas akan merasa tidak nyaman dan takut, namun tidak mengetahui alasannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada pengaruh teknik relaksasi deep breathing dan terapi suportif untuk menurunkan kecemasan pada siswa dan siswi. Jenis penelitian yang digunakan adalah metode penelitian eksperimen, desain eksperimen yang digunakan dalam penelitian adalah Pre-Eksperimental Design dengan model desain One Group Pretest-Posttest. Subjek dalam penelitian berjumlah 6 orang siswa dan siswi yang terdiri dari 3 laki-laki dan 3 perempuan, yang diperoleh dari hasil screening terapi kelompok denggan menggunakan alat ukur psikologi Depression Anxiety and Stress Scale (DASS-21). Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara awal individu, Focussed Group Discussion (FGD), pre dan post test menggunakan Depression Anxiety and Stress Scale (DASS-21). Hasil dari perolehan data pre dan post-test menggunakan uji Wilcoxon Mann Whitney, dengan perolehan nilai Z = -2.214 dengan signifikansi p=0,027 (p<0,05). Hal ini menunjukkan bahwa adanya perbedaan yang signifikan antara kecemasan yang dialami oleh peserta sebelum dan setelah mengikuti terapi kelompok. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teknik relaksasi deep breathing dan terapi suportif dapat menurunkan kecemasan pada siswa dan siswi.
CITATION STYLE
Atika, Y. R., & Purnamasari, A. (2023). Pengaruh Teknik Relaksasi Deep Breathing dan Terapi Suportif untuk Menurunkan Kecemasan pada Siswa dan Siswi. JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 6(11), 8772–8777. https://doi.org/10.54371/jiip.v6i11.2675
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.