Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mencari cara atau metode yang dapat dijadikan panduan dalam pengambilan laktoperoksidase (LPO),berdasarkan cara pengurangan kadar lemak susu dengan menggunakan metode kromatografi dan resinSP Sepharose Fast Flow (SP-FF). Penelitian dilakukan dengan menggunakan dua perlakuan yaitu pengurangan kadar lemak sebelum koagulasi kasein oleh rennet(T1) dan setelah koagulasi kasein oleh rennet (T2). Hasil penelitian menunjukkan bahwa T1 menghasilkan kualitas lebih tinggi daripada T2. Perbedaan volume bahan baku yang dihasilkan dimungkinkan karena adanya perbedaan total kasein, bahan padat tanpa lemak, dan kadar air yang terkandung dalam susu pada masing-masing sampel. Rentang waktu imobilisasi LPO berbeda, diduga karena perbedaan kandungan bahan padat tanpa lemak (BPTL) dalam masing-masing bahan baku. Tinggi rendahnya kadar protein dipengaruhi oleh perbedaan medium asal bahan baku LPO. Sedangkan tinggi-rendahnya aktivitas LPO selain dipengaruhi ketidakrataan LPO yang menempel pada resin SPFF, juga diduga oleh pengaruh banyak sedikitnya endapan BPTL yang tidak dapat terpisah dari bahan baku LPO selama immobilisasi.
Cite
CITATION STYLE
Hidayah, N., Al-Baarri, A. N., & Budiarti, C. (2014). PERBEDAAN POLA PENGAMBILAN ENZIM LAKTOPEROKSIDASE DENGAN MENGGUNAKAN METODE KROMATOGRAFI. Jurnal Teknologi Hasil Pertanian, 7(1). https://doi.org/10.20961/jthp.v0i0.12912
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.