Produksi dan pengeluaran ASI yang sedikit pada hari pertama setelah kelahiran bayi menjadi kendalapemberian ASI Eksklusif. Kejadian kesulitan dalam menyusui karena ASI belum keluar pada hari pertama diRSIA Arvita Bunda sebesar 64%, bahkan ada yang berlanjut sampai tidak keluarnya ASI. Pijat oksitosinhanya dilakukan apabila ada kasus tertentu bukan pada setiap ibu nifas. Penyuluhan tentang TeknikMarmet bahkan belum pernah dilaksanakan. Pijat oksitosin dan teknik marmet telah terbukti dapatmenstimulasi pengeluaran ASI sebagai langkah awal keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Tujuan programuntuk memberikan pengetahuan dan pendampingan kepada ibu nifas hari1-3 dan suaminya tentang pijatoksitosin dan teknik marmet. Metode kegiatan yang digunakan adalah pendidikan masyarakat denganpenyuluhan dan pendampingan kepada ibu nifas hari1-3 dan suaminya tentang pijat oksitosin dan teknikmarmet. Penyuluhan pijat oksitosin dilaksanakan kepada ibu nifas hari 1-3 dan suaminya dengan medialeaflet. Pendampingan pijat oksitosin diberikan kepada suami ibu nifas. Monitoring keberhasilan programdidapatkan pengeluaran ASI sebagian besar peserta lancar dan produksi ASI banyak. Evaluasi programdidapatkan peningkatan pengetahuan ibu nifas sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.
CITATION STYLE
Maydianasari, L., & Luthfiyati, Y. (2021). Pijat Oksitosin Dan Teknik Marmet Untuk Mendukung Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif. Prosiding Seminar Nasional Program Pengabdian Masyarakat. https://doi.org/10.18196/ppm.22.508
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.