Hiperimunoglobulin E pada Systemic Lupus Erythematosus

  • Yusra
  • Tjahjadi R
N/ACitations
Citations of this article
10Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pendahuluan: Sindrom hiperimunoglobulin E adalah sindrom imunodefisiensi langka yang melibatkan banyak sistem organ, antara lain sistem muskuloskeletal, jaringan ikat, serta sistem imun. Disregulasi imun pada sindrom hiperimunoglobulin E juga kerap disertai penyakit autoimun, seperti systemic lupus erythematosus. Patogenesis systemic lupus erythematosus yang dipahami akibat adanya autoantibodi subtipe IgG, ternyata juga diperantarai oleh adanya autoantibodi subtipe lain, termasuk autoantibodi IgE. Konsentrasi IgE yang tinggi, baik jenis nonspesifik maupun jenis autoreaktif, seperti pada keadaan hiperimunoglobulin E, memiliki peran potensial dalam proses patogenesis hingga ke progresivitas penyakit autoimun seperti lupus. Kasus ini memaparkan terduga penyandang sindrom hiperimunoglobulin E awitan dewasa yang kemudian didiagnosis systemic lupus erythematosus pada pemeriksaan lanjutan.

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Cite

CITATION STYLE

APA

Yusra, & Tjahjadi, R. (2019). Hiperimunoglobulin E pada Systemic Lupus Erythematosus. Journal Of The Indonesian Medical Association, 69(2), 83–88. https://doi.org/10.47830/jinma-vol.69.2-2019-76

Readers over time

‘20‘21‘22‘23‘24‘2500.751.52.253

Readers' Discipline

Tooltip

Medicine and Dentistry 1

33%

Pharmacology, Toxicology and Pharmaceut... 1

33%

Nursing and Health Professions 1

33%

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free
0