Selama pandemi COVID-19 fenomena self diagnose banyak terjadi di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari self diagnose terhadap kesehatan mental. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif berjenis fenomenologi dengan mengambil data secara daring melalui kuesioner dan wawancara Teknik analisis data menggunakan IPA atau Interpretative Phenomenological Analysis untuk meneliti bagaimana responden menggambarkan dan memaknai pengalamannya dalam melakukan self diagnose. Hasilnya, tiga dari empat responden menyatakan bahwa self diagnose memberikan dampak yang buruk terhadap kesehatan mental seperti kecemasan berlebih, takut terhadap hal yang belum tentu terjadi, tertekan dan stres. Hal tersebut mengganggu responden dalam melakukan aktivitas sehari-hari.
CITATION STYLE
Bella Saskia, Irly Gusmiarni, Khoirunisa, Miftahul Jannah, Miju Destari, Misbahatullaili, … Yanti Puspita Sari. (2023). Fenomena Psikologis Mengenai Kesehatan Mental Yang Dialami Oleh Remaja Di Era Vuca. Proceeding Conference On Psychology and Behavioral Sciences, 2(1), 12–17. https://doi.org/10.61994/cpbs.v2i1.35
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.