Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kepemimpinan jabatan pucuk pimpinan Gereja dalam paradigma episkopal sinodal dalam Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif melalui survei, penyebaran angket. Hasil penelitian ini, pertama, pemahaman tentang kepemimpinan Jabatan Pucuk Pimpinan Gereja dalam paradigma Episkopal Sinodal dikategorikan “Sangat Baik” sesuai dengan angket yang telah disebarkan. Hal ini dapat mengindikasikan kalau pemahaman HKI akan keberadaan Pucuk Pimpinan adalah dalam pengertian hierarki kepemimpinan dalam gereja. Kedua, pengaruh pengorganisasian kepemimpinan pucuk pimpinan gereja terhadap Gereja HKI dikategorikan “Kurang Baik”. Artinya, kurangnya pelaksanaan tugas dan tanggung jawab pucuk pimpinan Gereja yang mewarisi pelayanan seorang episkopos akan tugas penggembalaan pelayan lainnya dan warga jemaat dalam kebenaran ajaran dan disiplin gereja sesuai dengan keberadaannya sebagai Penilik Jemaat. Dalam konteks Alkitab, jabatan episkopos sebagai pemimpin di tengah-tengah jemaat bukanlah menciptakan hierarki dalam kepemimpinan Kristen, melainkan berperan sebagai gembala yang mengayomi, menjaga, dan membentengi jemaat dari kesesatan.
CITATION STYLE
Siagian, H., & Munthe, P. (2021). Pengaruh Pengorganisasian Pucuk Pimpinan Gereja Terhadap Episkopal Sinodal Gereja HKI. In Theos : Jurnal Pendidikan Dan Theologi, 1(2), 65–73. https://doi.org/10.56393/intheos.v1i2.201
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.