Pembentukan Identitas Diri pada Remaja yang Diadopsi

  • Anggraeni A
N/ACitations
Citations of this article
31Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembentukan identitas diri pada remaja yang adopsi dilihat dari aspek eksplorasi dan komitmen, serta sumber acuan yang mempengaruhinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian adalah dua remaja adopsi berusia 18-21 tahun, sudah mengetahui dirinya diadopsi, dan masih berada di bawah pengawasan orang tua adopsi. Data diambil melalui wawancara yang kemudian dianalisis dengan cara reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Data yang didapat kemudian diuji keabsahannya dengan ketekunan pengamatan, triangulasi sumber dan metode, serta perpanjangan keikutsertaan. Hasil penelitian menunjukkan eksplorasi identitas kedua subjek berada pada in crisis, namun komitmen pada dua subjek berbeda. Komitmen subjek BAT lebih nyata dibandingkan subjek RA yang cenderung kabur. Perbedaan ini dipengaruhi oleh inisiatif diri, pengalaman masa kecil, dukungan orang tua, serta tuntutan lingkungan sekitar terhadap identitas yang dipilih. Di samping itu, sumber yang banyak berpengaruh dalam proses pencarian identitas diri secara berurutan adalah keluarga adopsi, reference group, dan keluarga kandung.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anggraeni, A. (2021). Pembentukan Identitas Diri pada Remaja yang Diadopsi. Acta Psychologia, 1(2), 124–133. https://doi.org/10.21831/ap.v1i2.43149

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free