Emosional seorang konsumen memiliki peran penting dalam strategi pemasaran yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menciptakan hubungan yang baik antara konsumen dan pelanggan dalam membentuk suatu loyalitas. Tujuan dari penelitian ini untuk mendorong peningkatan penjualan dengan mementingkan peran hubungan suatu merek dan konsumen secara emosional melaui Brand Love terhadap Brand Loyalty yang dimediasi Self Esteem dan Social Influence. Jenis penelitian ini kuantitatif dengan teknik purposive sampling yang disebarkan melalui kuesioner kepada 180 responden konsumen pengguna Iphone berusia 15 – 39 tahun yang berada di wilayah Jabodetabek. Analisis data primer dilakukan dengan metode Structural Equation Modeling (SEM). Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa semua hipotesis yang berisi tujuh hipotesis yang diajukan dapat diterima. Untuk membuat pemasaran merek menjadi lebih efektif, para pemasar perlu menyadari komponen emosional yang konsumen dapatkan setelah memakai produk tersebut. Emosional tersebut dapat menciptakan adanya Brand Loyalty yang dapat menjadi inovasi untuk kesuksesan jangka panjang. Berdasarkan temuan penelitian ini dapat disimpulkan bahwa Brand Love pada Self Esteem seorang konsumen akan semakin terbangun dengan memperkuat hubungan antara merek dan konsumen dengan cara membuat identitas merek yang unik dan menonjol serta memberikan pengalaman positif yang mengesankan pada konsumen setiap kali mereka menggunakan produk tersebut. Mediasi Self Esteem memiliki pengaruh yang lebih besar dibanding SNI dalam hal pembelian produk
CITATION STYLE
Pratama Hafidz, G., & Astuti, S. A. (2023). Pengaruh Brand Love terhadap Brand Loyalty yang dimediasi Self Esteem dan Social Influence. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(3), 486–498. https://doi.org/10.58344/jmi.v2i3.182
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.