Pendahuluan: Jatuh adalah masalah kesehatan masyarakat yang utama di dunia, diperkirakan 646.000 jatuh yang fatal terjadi setiap tahun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat kepatuhan perawat dalam melakukan pengkajian ulang risiko jatuh sebelum dan sesudah edukasi di IPJT RSSA Malang. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian pra eksperimen dengan jenis penelitian one group pre test post test design. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling dengan jumlah sampel 32 responden perawat. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 32 responden, sebelum dilakukan edukasi manajemen risiko jatuh, 28 (87,5%) responden tidak patuh dan 4 (12,5%) responden memiliki kepatuhan rendah sedangkan sesudah dilakukan edukasi seluruhnya menunjukan peningkatan kepatuhan yaitu 4 (12,5%) responden memiliki kepatuhan rendah, 16 (50%) kepatuhan sedang, 12 (37,5%) kepatuhan tinggi Uji statisitik Wilcoxon signed rank test didapatkan p value sebesar 0,00 (< 0,05). Kesimpulan: Ada perbedaan tingkat kepatuhan perawat dalam melakukan pengkajian ulang risiko jatuh antara sebelum dan sesudah edukasi di IPJT RSSA Malang. Disarankan untuk meningkatkan kepatuhan perawat dalam melakukan pengkajian ulang risiko jatuh dengan pemberian edukasi manajemen risiko jatuh secara periodik.
CITATION STYLE
Sekartari, T., Lumadi, S. A., & Maria, L. (2021). Perbedaan Tingkat Kepatuhan Perawat Dalam Melakukan Pengkajian Ulang Risiko Jatuh Antara Sebelum Dan Sesudah Dilakukan Edukasi Di Rsud Dr Saiful Anwar Malang. Indonesian Health Science Journal, 1(2). https://doi.org/10.52298/ihsj.v1i2.17
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.