Kegagalan produksi akan selalu ada dalam proses produksi nata de coco. Faktor kegagalan adalah suhu, kualitas air kelapa, kualitas bakteri Acetobacter xylinium, serta penggunaan cara manual dalam memantau proses produksi nata de coco. Faktor-faktor tersebut menyebabkan kualitas dan kuantitas nata de coco tidak optimal. Ditawarkan teknologi Moto-Coco yang bertujuan membantu produsen mengoptimalkan proses produksi nata de coco melalui monitoring produksi mulai dari bahan baku hingga proses produksi, dan menerapkan konsep Internet of Things. Teknologi tersebut menggunakan metode absorbansi serat optik melalui gelombang evanescent berbasis Internet of Things.
CITATION STYLE
Thalia, A., Hadinata Siregar, A., Aviani Nurwinda, Y., & Nurwinda, A. (2021). Optimalisasi Proses Produksi Nata de Coco Melalui Monitoring dengan Metode Absorbansi Serat Optik Berbasis Internet Of Things. Journal of Innovation and Applied Technology, 7(1), 1198–1201. https://doi.org/10.21776/ub.jiat.2021.007.01.12
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.