MATA UANG DINAR DAN DIRHAM SEBAGAI SOLUSI MENGATASI INFLASI

  • Landes Yuanda
N/ACitations
Citations of this article
16Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mata uang dinar dan dirham sebenarnya bukan sesuatu hal yang baru, jauh sebelum uang kertas/uang fiat ditemukan dan diberlakukan, mata uang dinar dan dirham sudah dahulu dipakai untuk dijadikan sebagai alat transaksi ekonomi diberbagai negara. Mata uang dinar dan dirham sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Yusuf AS hingga sampai ke masa kerajaan Romawi dan Persia yang pada zamannya merupakan negara adidaya di dunia. Melalui jalur perdagangan antara bangsa-bangsa Arab dengan kerajaan Romawi dan Persia, bangsa Arab mulai mengenal alat tukar yang bernama dinar dan dirham ini yang pada akhir nya mata uang ini menjadi alat tukar atau mata uang resmi dinasti maupun kerajaan islam  yang tersebar di berbagai penjuru dunia. Mata uang dinar dan dirham diyakini merupakan alat tukar yang paling stabil yang pernah dikenal didunia. Sejak awal sejarah Islam sampai saat ini, nilai dari mata uang Islam yang didasari oleh mata uang bimetal ini secara mengejutkan sangat stabil jika dihubungkan dengan bahan makanan pokok. Nilai inflasi mata uang ini selama 14 abad lamanya adalah nol. Melihat dari fakta sejarah yang ada mengenai dinar dan dirham menarik untuk mengkaji bagaimana penggunaan dinar dan dirham bisa mengatasi masalah inflasi disebuah negara. Dalam tulisan ini menyajikan tentang bagaimana kebijakan negara dalam mengatasi inflasi jika menggunakan mata uang dinar dan dirham.

Cite

CITATION STYLE

APA

Landes Yuanda. (2017). MATA UANG DINAR DAN DIRHAM SEBAGAI SOLUSI MENGATASI INFLASI. Jurnal Khazanah Ulum Ekonomi Syariah (JKUES), 1(2), 103–135. https://doi.org/10.56184/jkues.v1i2.4

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free