Saatnya Menengok ke Barat: Sebuah Interpretasi Baru Tentang Distribusi Temuan Homo Erectus di Jawa

  • Widianto H
  • Noerwidi S
N/ACitations
Citations of this article
74Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Data paleontologis menunjukkan bahwa awal penghunian Jawa terjadi pada batas Plio-Plestosen sekitar 2.4 juta tahun lalu, namun fosil Homo erectus tertua yang ditemukan di Sangiran, berasal dari lapisan 1.5 juta tahun lalu. Belakangan ini, ditemukan situs-situs Plestosen, dari bagian barat Pulau Jawa, yaitu Rancah, Semedo, dan Bumiayu. Tulisan ini bertujuan untuk menampilkan signifikansi data arkeologi, paleontologi dan terutama paleoanthropologi dari situs-situs tersebut, serta implikasinya bagi penentuan strategi penelitian prasejarah kuarter di masa depan. Metode pengumpulan data meliputi studi pustaka, dan survei pada ketiga situs tersebut. Analisis data dilakukan pada data geologis, arkeologis, paleontologis dan paleoantropologis. Hasilnya, distribusi lateral Homo erectus semakin luas di bagian barat Jawa, dengan kronologi 1.8-1.7 juta tahun, lebih tua dibanding Homo erectus tertua dari Sangiran. Sebuah jendela baru tentang kedatangan Homo erectus di Pulau Jawa telah teridentifikasi. Implikasinya, sudah saatnya penelitian prasejarah kuarter intensif dilakukan di bagian barat pulau ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Widianto, H., & Noerwidi, S. (2020). Saatnya Menengok ke Barat: Sebuah Interpretasi Baru Tentang Distribusi Temuan Homo Erectus di Jawa. Berkala Arkeologi, 40(2), 153–178. https://doi.org/10.30883/jba.v40i2.598

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free