Choking (Tersedak) merupakan salah satu kejadian atau situasi gawat darurat yang sering terjadi di masyarakat, terutama pada anak-anak. Hal ini dikarenakan karakteristik dan perilaku anak yang beragam pada usia tersebut dan perlu dipahami serta dipantau oleh orangtua khususnya ibu. Pengetahuan tentang penanganan tersedak akan mempengaruhi perilaku masyarakat dalam menangani tersedak dan menghindari ancaman kematian pada anak. Salah satu upaya untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat yaitu melalui pelatihan. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pemahaman berupa pelatihan tentang Penanganan Anak yang Tersedak. Metode kegiatan yang ditempuh meliputi pre test, pelatihan, pemberian leaflet, dan post test. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Kegiatan Program Pengabdian Masyarakat yang telah dilakukan sesuai rencana dihadiri 15 ibu yang memiliki anggota keluarga usia balita. Hasil analisa data pengabdian diperoleh peningkatan pengetahuan ibu tentang penanganan anak yang tersedak dari 14 orang (93,2%) dengan pengetahuan kurang dan 1 orang (6,7%) dengan pengetahuan cukup menjadi 15 orang (100%) dengan pengetahuan baik, serta didapatkan bahwa pelatihan berpengaruh terhadap pengetahuan masyarakat tentang penanganan anak yang tersedak. Selanjutnya diperlukan evaluasi yang berkelanjutan tentang penanganan pertama kasus kegawatdaruratan jalan nafas atau lainnya yang dilakukan oleh petugas kesehatan termasuk peran serta Perguruan Tinggi Kesehatan dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat.
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.
CITATION STYLE
Siregar, N., & Pasaribu, Y. A. (2022). PELATIHAN IBU DALAM PENANGANAN CHOKING PADA ANAK YANG TERSEDAK DI KABUPATEN SIMALUNGUN. Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat, 3(2), 595–599. https://doi.org/10.31004/cdj.v3i2.4448