KONSELING INDEGENOUS: TRADISI MANGUPA PADA MASYARAKAT BATAK

  • Tambunan S
N/ACitations
Citations of this article
43Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Mangupa adalah salah satu kebiasaan adat dan tidak pernah ditinggalkan dalam upacara adat Tapanuli Selatan. Mangupa  dilakukan pada adat perkawinan, kelahiran, upah-upah atau memberi semangat bagi orang yang luput dari marabahaya, mendapat rezeki atau sebagai rasa syukur. Upacara mangupa atau upah-upah merupakan salah satu upacara adat yang berasal dari Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Upacara Mangupa bertujuan untuk mengembalikan tondi ke badan dan memohon berkah dari Tuhan Yang Maha Esa agar selalu selamat, sehat, dan murah rezeki dalam kehidupan. Upaya memanggil tondi ke badan dilakukan dengan cara menghidangkan seperangkat bahan (perangkat pangupa) dan nasehat pangupa (hata pangupa; hata upah-upah) yang disusun secara sistematis dan dilakukan oleh berbagai pihak yang terdiri dari orang tua, raja-raja, dan pihak-pihak adat lainnya. Esensi konseling indegenous dengan tradisi mangupa adalah upaya membantu individu untuk dapat mensyukuri atas apa yang diperoleh dalam kehidupannya dan menjadikan individu untuk selalu bersyukur. Konseling indegenous hadir dengan menginternalisasikan nilai-nilai adat istiadat yang sesuai dengan kebiasaan masyarakat setempat

Cite

CITATION STYLE

APA

Tambunan, S. (2024). KONSELING INDEGENOUS: TRADISI MANGUPA PADA MASYARAKAT BATAK. Jurnal Mimbar: Media Intelektual Muslim Dan Bimbingan Rohani, 10(1), 62–76. https://doi.org/10.47435/mimbar.v10i1.2939

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free