PERFORMANSI TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI PAKAN AROMATASE INHIBITOR PADA TAHAP PEMBESARAN

  • Ariyanto D
  • Sumantadinata K
  • Sudrajat A
N/ACitations
Citations of this article
18Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Ikan nila jantan XY mempunyai laju pertumbuhan lebih cepat dibanding ikan betina XX, sehingga budidaya ikan nila tunggal kelamin jantan lebih menguntungkan. Salah satu metode produksi massal benih ikan nila tunggal kelamin jantan adalah melalui sex reversal, yaitu dengan menambahkan hormon sintetik 17a-metiltestosteron (mt) atau dapat juga dengan memberikan bahan aromatase inhibitor (AI). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi performansi benih tiga genotipe (XX, XY, dan YY) ikan nila yang diberi bahan AI pada tahap pembesaran. Bahan utama adalah benih ikan nila genotipe XX, XY, dan YY yang diberi bahan AI. Benih dengan penambahan hormon mt digunakan sebagai kontrol (+). Sebagai pembanding digunakan populasi campuran antara jantan dan betina. Benih berumur 95 hari setelah menetas dengan bobot rata-rata 20 g/ekor dipelihara dalam jaring yang ditempatkan di kolam pembesaran selama 120 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa populasi tunggal kelamin jantan genotipe XY maupun jantan hasil sex reversal genotipe XX mempunyai laju pertumbuhan dan hasil panen lebih baik dibandingkan populasi campuran XX-XY. Semua perlakuan dan genotipe yang berbeda tidak memberikan dampak yang berbeda nyata terhadap nilai keragaman ukuran, sintasan, maupun nilai food conversion ratio, kecuali pada genotipe YY. Organ reproduksi pada semua genotipe dan perlakuan berkembang normal

Cite

CITATION STYLE

APA

Ariyanto, D., Sumantadinata, K., & Sudrajat, A. O. (2016). PERFORMANSI TIGA GENOTIPE IKAN NILA YANG DIBERI PAKAN AROMATASE INHIBITOR PADA TAHAP PEMBESARAN. Jurnal Riset Akuakultur, 5(1), 13–24. https://doi.org/10.15578/jra.5.1.2010.13-24

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free