Abstract
Latar Belakang: Menurut WHO, sampah adalah barang yang berasal dari kegiatan manusia yang tidak lagi digunakan, tidak dipakai dan tidak disenangi.Solusi penanganan sampah yang dapat di gunakan dengan proses pengomposan. Kompos adalah pupuk yang berasal dari proses pelapukan bahan yang berupa kotoran hewan, dan sampah organik. limbah ampas tahu sebagai kompos dengan penambahan EM4 sebagai aktivator. Dengan tambahan Serbuk kayu yang dihasilkan dari proses penggergajian.Takakura adalah alat pengomposan sampah organik Tujuan Penelitian: tujuan penilitian adalah untuk mengetahui kualitas kompos ampas tahu dengan serbuk kayu mengunakan media takakura. Metode: jenis penilitian ini Eksperimen. Lokasi penelitian di kampus B program studi D-III Sanitasi Poltekkes Kemenkes Ternate. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah sampah organik sebanyak 40kg, kemudian ampas tahu 20 kg dengan serbuk kayu 20 kg. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ampas tahu sudah memenuhi syarat SNI 2803:2010 dengan nilai suhu yaitu 32oC, pH yaitu 7,5 dan kelembaban 60% serta serbuk kayu juga sudah memenuhi syarat SNI 2803:2010 dengan nilai suhu yaitu 30oC, pH yaitu 7,5 dan kelembaban 40%. Waktu pengomposan ampas tahu selama 20 hari dengan jumlah kompos sebanyak 5 ons dan serbuk kayu memiliki waktu pengomposan selama 20 hari dengan jumlah kompos 2 kg. Kesimpulan: Kualitas kompos baik dari serbuk kayu maupun ampas tahu sudah menunujukkan kualitas yang memenuhi syarat.
Cite
CITATION STYLE
Purwiningsih, D. W. (2022). Perbandingan Kualitas Kompos Ampas Tahu Dengan Serbuk Kayu Mengunakan Media Takakura. Jurnal Kesehatan, 15(2), 146–151. https://doi.org/10.32763/juke.v15i2.541
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.