KRITIK SEYYED HOSSEIN NASR TERHADAP KLAIM KEBENARAN MODERNISME

  • Fadli S
N/ACitations
Citations of this article
47Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Filsafat bermula dari kekaguman terhadap yang sederhana, pada gilirannya mampu melahirkan ilmu pengetahuan dalam berbagai bidang. Kekaguman itu ditandai dengan keinginan manusia menjawab rahasia alam, manusia, dan Tuhan. Manusia ingin memahami dan mengetahui apa yang dapat dilakukan terhadap apa yang mereka ketahui. Pertanyaan mendalam menjadi kebutuhan dan menghantui seperti: “Kenapa aku berada di jagad ini?”; “Apakah yang dimaksud dengan pengetahuan?”; “Apakah radikal itu?”. Hal senada diungkapkan oleh Seyyed Hossein Nasr, kapan dan di mana pun berada, manusia tidak dapat menghindari pertanyaan mendasar dengan serius, “Siapakah manusia?” “Dari mana manusia berasal?” “Apa yang manusia kerjakan?” dan “Akan ke mana manusia pergi?” Leenhouwers berpendapat, dari sekian banyak pertanyaan, kalau diperas menjadi satu pertanyaan menentukan, yakni, “Apakah kebenaran itu?” Kata Kunci: Sayyed Hossein Nasr, Modernisme

Cite

CITATION STYLE

APA

Fadli, S. (2017). KRITIK SEYYED HOSSEIN NASR TERHADAP KLAIM KEBENARAN MODERNISME. NALAR: Jurnal Peradaban Dan Pemikiran Islam, 1(1), 69. https://doi.org/10.23971/njppi.v1i1.903

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free