Integrasi Teknik Invigorasi Benih dengan Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit dan Peningkatan Hasil Tomat

  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
42Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Pengujian lapangan dilakukan untuk mengetahui perkembangan penyakit layu fusarium dan pertumbuhan tanaman tomat setelah perlakuan benih dengan teknik invigorasi yang dintegrasikan dengan rizobakteri. Perlakuan benih terdiri atas invigorasi dengan rizobakteri tunggal atau campuran, matriconditioning arang sekam padi atau serbuk, matriconditioning arang sekam padi atau serbuk yang diintegrasikan dengan rizobakteri tunggal atau campuran, hidrasi benih, dan fungisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan yang paling efektif ialah integrasi matriconditioning arang sekam padi pada benih dengan rizobakteri Bacillus polymixa BG25. Perlakuan tersebut mampu meningkatkan jumlah dan bobot buah, berturut-turut 40% dan 166%, serta menekan perkembangan penyakit layu fusarium sebesar 70%. Oleh karena itu perlakuan tersebut dapat direkomendasikan sebagai perlakuan pra-tanam pada benih tomat untuk meningkatkan hasil panen dan mengendalikan penyakit layu fusarium di lapangan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Sutariati, G., Madik, A., & Khaeruni, A. (2014). Integrasi Teknik Invigorasi Benih dengan Rizobakteri untuk Pengendalian Penyakit dan Peningkatan Hasil Tomat. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 10(6), 188–194. https://doi.org/10.14692/jfi.10.6.188

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free