MENGHITUNG EFISIENSI THERMAL PADA ALAT VERTICAL RAW MILL DI PABRIK BATURAJA II PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK.

  • Rizky A
  • Anugrah R
  • Safaruddin S
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Dalam proses pembuatan semen di PT Semen Baturaja (Persero) Tbk. Ada tujuh proses yang terjadi, yaitu proses penambangan (quarry), proses penggilingan, (penghancuran) dan pengeringan (drying), proses pembakaran raw meal menjadi clinker, pendinginan klinker, penggilingan klinker, dan proses pengepakan. Vertikal raw mill adalah alat utama yang digunakan dalam proses penggilingan dan pengeringan bahan baku menggunakan media pengering, yaitu udara panas yang berasal dari gas buang kiln. Pada proses penggilingan dan pengeringan ini, batu kapur, tanah liat, pasir silika dan pasir besi, akan menghasilkan produk yaitu raw meal. Supaya kereaktifan material dapat dicapai pada proses selanjutnya, standar kehalusan raw meal harus memiliki sieving di atas 90µ (14-20%).   Dalam proses pengeringan, raw mill dapat mengeringkan material yang mempunyai kandungan air, yaitu 15% menjadi <1%. Kadar air maksimum diizinkan sebesar 1%, hal ini penting untuk mengantisipasi kemungkinan hambatan dalam transportasi dan untuk meningkatkan efisiensi thermal. Efisiensi adalah suatu ukuran dalam membandingkan suatu proses penggunaan energi masukan dengan penggunaan yang direalisasikan atau output dari suatu proses kegiatan yang dilakukan serta sumber dan energi yang digunakan. Pada alat vertical raw mill Efisiensi thermal perlu dihitung untuk mengetahui apakah kualitas panas yang digunakan sudah maksimal yang dimana pada alat vertical raw mill sudah ditetapkan standar nilai efisiensi thermalnya berada pada kisaran 85 - 100%. Pada hasil dan pembahasan di dapat nilai efisiensi thermal pada alat vertical raw mill yang tertinggi yaitu  96.28% dengan nilai heat lossnya yaitu 3.71%, adapun nilai efisiensi thermal terendah yang di dapatkan yaitu 87.90% dengan nilai heat lossnya yaitu 12.09%. Untuk neraca panas di dapat total neraca panas vertical raw mill tertinggi yaitu 33.922.195,16 kkal dan terendah yaitu 22.506.739,34 kkal.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rizky, A. M., Anugrah, R., & Safaruddin, S. (2022). MENGHITUNG EFISIENSI THERMAL PADA ALAT VERTICAL RAW MILL DI PABRIK BATURAJA II PT SEMEN BATURAJA (PERSERO) TBK. Jurnal Multidisipliner Bharasumba, 1(04), 548–559. https://doi.org/10.62668/bharasumba.v1i04.305

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free