Abstract
Sabun cuci piring umumnya sangat digunakan dalam kehidupan sehari-hari khususnya ibu rumah tangga. Salah satu bahan alam yang dapat digunakan dalam pembuatan sabun cuci piring ialah Belimbing wuluh. Ekstrak belimbing wuluh terdapat flovanoid berperan sebagai antioksidan dan antibakteri. Oleh karena itu, pada penelitian ini telah dilakukan pembuatan sabun cuci piring dari ekstrak belimbing wuluh. Pada penelitian ini menggunakan metode Participatory Action Research (PAR). Pada penelitian ini peneliti membuat 2 (dua) produk sekaligus yang mana ekstrak belimbing wuluh sebagai sabun cuci piring, dan residu dari belimbing wuluh sebagai bumbu masakan (asam sunti). Asam sunti merupakan sejenis acar atau bumbu masakan yang dikeringkan hingga menjadi warna kecoklatan, dan diberikan garam, proses penggaraman ini bertujuan untuk menarik air keluar dalam jaringan belimbing wuluh sehingga asam sunti dapat bertahan lebih lama. Asam sunti digunakan sebagai bahan masakan terutama masakan Aceh yang menjadi ciri khas masakan masyarakat Aceh. Pada kegiatan ini dapat meningkatkan kewirausahaan pada masyarakat
Cite
CITATION STYLE
Maisarah, Ramadhani, F. A., Kasman, N., & Rahmi, C. (2023). Pemanfaatan Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi) dalam Pembuatan Sabun Cuci Piring dan Asam Sunti yang Bernilai Ekonomis. Catimore: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 26–35. https://doi.org/10.56921/cpkm.v2i2.85
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.