Abstract
Penyakit Diabetes Melitus (DM) merupakan penyakit seumur hidup dan tidak dapat disembuhkan, akan tetapi kadar gula darah dapat diminimalkan/dikendalikan sedemikian rupa sehingga selalu sama dengan kadar glukosa responden normal atau dalam batas normal. Kadar glukosa darah yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan pembuluh darah umum yang dapat mempengaruhi jantung, mata, ginjal, saraf, dan dapat mengakibatkan berbagai komplikasi. Sedangkan pola makan merupakan asupan makanan yang memberikan berbagai macam jumlah, jadwal dan jenis makanan yang didapatkan responden. Pengaturan pola makan yang tidak tepat dapat meningkatkan kadar glukosa dalam darah sehingga responden rentang terkena penyakit diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola makan dengan kejadian diabetes mellitus. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif yang berjenis korelasi. Rancangan penelitian dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 responden, yang diperoleh dengan teknik accidental sampling. Setelah dilakukan uji statistic dengan menggunakan uji chi-square test maka berdasarkan hasil didapatkan nilai p = 0,002 yang menunjukkan p<0,05, maka dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Ha diterima dan H0 ditolak atau ada hubungan yang signifikan antara pola makan dengan kejadian diabetes mellitus di Puskesmas Binjai Kota Kota Binjai tahun 2023. Diharapkan kepada petugas kesehatan agar meningkatkan penyuluhan tentang pola makan yang baik untuk menghindari kejadian diabetes melitus baik kepada Masyarakat umum maupun khususnya kepada penderita diabetes melitus.
Cite
CITATION STYLE
Handayani, I., Syahputra Siregar, I., & Putih Ramadan, C. (2024). Hubungan Pola Makan Dengan Kejadian Diabetes Mellitus di Puskesmas Binjai Kota Kota Binjai. JINTAN: Jurnal Ilmu Keperawatan, 4(1), 94–104. https://doi.org/10.51771/jintan.v4i1.697
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.