Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Madrasah

  • Musdalifah M
N/ACitations
Citations of this article
449Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Batasan dalam penelitian adalah Tinjauan Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam penerapan Team Game Tournament Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Jama’ah Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau. Kemudian untuk motivasi yang di ambil dalam penelitian ini adalah motivasi secara keseluruhan. Implementasi pembelajarn cooperative learning dalam mengatasi terhambatnya motivasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Jama’ah Desa Pebenaann Kecamatan Keritanng Kabupaten Indragiri Hilir Riau yang pertama, memahami kebutuhan motivasi belajar siswa dalam pembelajaran. Kedua, kesan pertama saat memulai pembelajaran dirasa penting untuk menarik perhatian siswa. Ketiga, penerapan pembelajaran cooperative learning guna memotivasi belajar siswa dalam mengikuti pelajaran. Pemilihan metode yang tepat dirasa menjadi salah satu cara meningkatkan motivasi belajar siswa, untuk itu guru sebagai fasilitator diharapkan dapat mengatasi motivasi belajar dengan menggunakan beberapa cara diatas. Faktor penghambat dalam Implementasi Pembelajaran Kooperatif Team Game Tournamen Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Nurul Jama’ah Desa Pebenaan Kecamatan Keritang Kabupaten Indragiri Hilir Riau adalah salah satu yang menghambat motivasi belajar siswa di sekolah siswa sudah bekerja, ini adalah hambatan siswa dalam belajar. Beberapa siswa telah bekerja untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lingkungan yang paling sedikit mendukung sekolah berdampak pada anak-anak yang tidak bersekolah. Karena kebutuhan finansial, beberapa siswa tidak berkumpul dengan teman yang sebaya. Perilaku masyarakat yang ada membuat anak-anak mengambil tindakan efektif dalam menghasilkan uang daripada belajar. Ini juga salah satu dampak terhadap kurangnya pendidikan masyarakat pedesaan. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan oleh Basrowi dan Siti Juariyah yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan masyarakat pedesaan masih sangat rendah karena masyarakat pedesaan kurang memahami pentingnya pendidikan. Faktor Pendukungnya adalah faktor keluarga, atau lebih tepatnya perhatian orang tua, dalam hal ini siswa tanpa orang tua. Keluarga memiliki pengaruh yang sangat penting terhadap gaya pendidikan orang tua, reaksi antara anggota keluarga dan keadaan ekonomi keluarga. Namun, hal ini tidak ditemukan dalam kenyataannya. Orang tua beberapa siswa yang sudah tidak ada menimbulkan sebuah permasalahan motivasi belajar siswa karena siswa tidak mendaptkan dorongan dari orangtua. Faktor motivasi belajar yang cenderung menghambat keinginan belajar sisiwa.

Cite

CITATION STYLE

APA

Musdalifah, M. (2023). Implementasi Pembelajaran Kooperatif dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di Madrasah. Al-Miskawaih: Journal of Science Education, 2(1), 47–66. https://doi.org/10.56436/mijose.v2i1.221

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free