Pendapatan ekonomi pemanfaatan sampah oleh pemulung di TPST Piyungan

  • Prihandoko D
  • Nasirudin N
  • Setiabudi D
N/ACitations
Citations of this article
91Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

TPST Piyungan telah beroperasi sejak tahun 1995 dan mengalami penurunan kapasitas penampungan secara signifikan seiring pertumbuhan sampah di Kabupaten Bantul, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta. Hingga saat ini belum ditemukan alternatif penanganan sampah untuk menggantikan TPST Piyungan. TPST Piyungan juga mengalami masalah lain seperti pencemaran udara, kontaminasi air tanah oleh air lindi, dan kondisi sanitasi yang rendah. Namun demikian TPST Piyungan menjadi sumber mata pencaharian ratusan pemulung yang bekerja memulung sampah di zona aktif TPST Piyungan. Kajian ini bermaksud mengkaji pendapatan ekonomi pemulung TPST Piyungan. Sampel responden dipilih sebanyak 35 orang pemulung dengan menggunakan kriteria inklusi. Penelitian dilakukan dengan cara wawancara dan kueisioner. Hasil analisis menunjukkan bahwa 4 komponen terbesar sampah yang dikumpulkan oleh pemulung TPST Piyungan adalah plastik, kertas, botol kaca dan logam. Penghasilan dari penjualan sampah tersebut setiap bulan dapat mencapai Rp 2.028.000/orang. Keberadaan pemulung TPST Piyungan harus dijadikan salah satu pertimbangan bagi pemerintah dalam merumuskan alternatif penanganan sampah di masa yang akan datang.

Cite

CITATION STYLE

APA

Prihandoko, D., Nasirudin, N., & Setiabudi, D. H. (2021). Pendapatan ekonomi pemanfaatan sampah oleh pemulung di TPST Piyungan. KACANEGARA Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 4(2), 167. https://doi.org/10.28989/kacanegara.v4i2.945

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free