Migrasi Baterai Lithium dari Mode Otomotif ke Mode Penyimpan Energi untuk Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya

  • Junaidi J
  • Khwee K
  • Hiendro A
N/ACitations
Citations of this article
88Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Abstract– Baterai Lithium dapat bekerja pada dua mode operasi, yaitu: mode otomotif (MO) dan mode penyimpan energi (MP). Kerja MO untuk mengasut mesin kendaraan dengan arus besar pada periode sesaat, sedangkan kerja MP berfungsi menyimpan dan memasok energi listrik kepada beban dalam jangka waktu tertentu. Karena beroperasi pada arus besar, maka siklus pakai baterai MO akan berkurang lebih cepat daripada MP. Pada makalah ini diperkenalkan model dua-fasa MO-MP dan strategi untuk mendapatkan titik alih terbaik dari MO ke MP pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) dengan memperhitungkan tingkat efisiensi dan State of Health (SOH) baterai. Hasil analisis menunjukkan bahwa model-400 (MO 400 siklus/MP 800 siklus) memiliki kinerja terbaik ditinjau dari tingkat efisiensi dan SOH. Keywords– Baterai lithium, SOH, mode otomotif, mode penyimpan, tenaga surya

Cite

CITATION STYLE

APA

Junaidi, J., Khwee, K. H., & Hiendro, A. (2016). Migrasi Baterai Lithium dari Mode Otomotif ke Mode Penyimpan Energi untuk Sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya. ELKHA, 8(2). https://doi.org/10.26418/elkha.v8i2.19073

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free