Abstract
Indonesia dikenal dengan sebutan negara agraris karena sebagian besar masyarakat nya melakukan budidaya padi di sawah. BPS melalui kerangka survey area (KSA) menyatakan total luas panen pada tahun 2022 sebesar 10,45 juta hektar. Luasan yang besar ini sangat mungkin terjadi ketidak efesienan penggunaan air dalam budidaya padi mengingat sebagian besar budidaya dilakukan dengan penggenangan. Pengukuran kebutuhan air irigasi di sawah selama ini dilakukan sebagian besar dalam tahapan analisis, belum ditemukan pengukuran secara detail dalam melakukan evaluasi kebutuhan air irigasi di sawah. Untuk mengevaluasi kebutuhan air irigasi di sawah dengan mudah dapat dilakukan dengan pendekatan neraca air yang mempertimbangkan seluruh aspek baik air masuk maupun keluar. Tujuan penelitian ini adalah mengkaji komponen kebutuhan air irigasi pada periode penyiapan lahan. Penelitian dilakukan pada petak sawah dilengkapi dengan beberapa alat ukur. Pengukuran debit air yang masuk dan keluar petakan menggunakan Cutthroat Flume (CTF), pengukuran data cuaca menggunakan Automatic Weather Station (AWS) dan juga dilakukan pengukuran perkolasi di lapangan. Pengukuran kebutuhan air di sawah pada petak menghasilkan nilai nilai total debit masuk sebesar 195.38 mm dan curah hujan yang terjadi sebesar 40.40 mm. Nilai total evapotranspirasi yang terjadi sebesar 104.11 mm, nilai perkolasi sebesar 54.00 mm dan nilai debit keluar sebesar 29.59 mm, sehingga kehilangan air yang terjadi sebesar 48.08 mm (24.61%).
Cite
CITATION STYLE
Sutoyo, S., Purwanto, M. Y. J., Arif, C., Saptomo, S. K., & Heryansyah, A. (2025). Kajian Kebutuhan Irigasi Sawah di Lapangan Daerah Irigasi Cihea Kabupaten Cianjur. Jurnal Komposit, 9(1), 1–6. https://doi.org/10.32832/komposit.v9i1.17264
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.