Abstract
This research is driven by developments in the world of work and industry in Indonesia, which absorb fewer university graduates than they need because the graduates do not learn a lot of vocational skill competencies. Developing a higher education curriculum that suits the needs of the industry could address this issue. The gap between higher education and industry manpower needs could be attributed to 1) the absence of a framework that creates an understanding between industry and higher education to develop manpower relevant to industry optimally; 2) the main resource persons are only invited to universities to explain material for a limited period; 3) the facilities and infrastructure in universities do not represent the needs of companies or industries; and 4) the working climate has not yet fully occurred in universities, which are different from what is in the company. This research is an exploratory study that tries to collect and formulate an analysis based on the information collected. The research uses a qualitative approach using case studies and documentation studies. The results of this study indicate that the implementation of the Universitas Islam Syekh-Yusuf curriculum has been going well, following the applicable curriculum preparation regulations. In general, there are several stages in preparing the study program curriculum. These stages are divided into three important stages: the curriculum design stage, the learning design stage, and the learning program evaluation stage. The university has also established partnerships with other companies/organizations in fieldwork practice activities. This supports the development of student experience competencies compared to classroom learning alone. After analyzing the findings in the field with related theories, this research provides suggestions that are expected to be useful for several parties. Universities must find other learning resources for students to be relevant to the company’s needs. Universities need to establish many more partnerships with companies/institutions/organizations to become a place for fieldwork practices for their students so that student competencies will be more developed with a picture of the real job. Education and training are needed for lecturers to develop a curriculum based on applicable regulations that are relevant to global demands. There is a need for further studies to examine the effectiveness of implementing a curriculum based on the business world and the industrial world.Penelitian ini didorong oleh perkembangan dunia kerja dan industri di Indonesia yang menyerap lulusan perguruan tinggi lebih sedikit dari yang dibutuhkan karena lulusan tersebut tidak banyak mempelajari kompetensi keterampilan vokasional. Mengembangkan kurikulum pendidikan tinggi yang sesuai dengan kebutuhan industri dapat mengatasi masalah ini. Kesenjangan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan tenaga kerja industri dapat dikaitkan dengan 1) tidak adanya kerangka kerja yang menciptakan pemahaman antara industri dan pendidikan tinggi untuk mengembangkan tenaga kerja yang relevan dengan industri secara optimal; 2) nara sumber utama hanya diundang ke perguruan tinggi untuk menjelaskan materi dalam jangka waktu terbatas; 3) sarana dan prasarana di perguruan tinggi belum mewakili kebutuhan perusahaan atau industri; dan 4) iklim kerja yang belum sepenuhnya terjadi di perguruan tinggi, berbeda dengan yang ada di perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif yang mencoba mengumpulkan dan merumuskan analisis berdasarkan informasi yang dikumpulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Universitas Islam Syekh-Yusuf sudah berjalan dengan baik, mengikuti peraturan penyusunan kurikulum yang berlaku. Secara umum, ada beberapa tahapan dalam penyusunan kurikulum program studi. Tahapan tersebut dibagi menjadi tiga tahapan penting yaitu tahap desain kurikulum, tahap desain pembelajaran, dan tahap evaluasi program pembelajaran. Universitas juga menjalin kemitraan dengan perusahaan/organisasi lain dalam kegiatan praktik kerja lapangan. Hal ini mendukung pengembangan kompetensi pengalaman siswa dibandingkan dengan pembelajaran di kelas saja. Setelah menganalisis temuan-temuan di lapangan dengan teori-teori terkait, penelitian ini memberikan saran-saran yang diharapkan dapat bermanfaat bagi beberapa pihak. Perguruan tinggi harus mencari sumber belajar lain bagi mahasiswa agar relevan dengan kebutuhan perusahaan. Perguruan tinggi perlu lebih banyak menjalin kemitraan dengan perusahaan/lembaga/organisasi untuk menjadi wadah praktik kerja lapangan bagi mahasiswanya sehingga kompetensi mahasiswa akan lebih berkembang dengan gambaran dunia kerja yang sebenarnya. Pendidikan dan pelatihan diperlukan bagi dosen untuk mengembangkan kurikulum berdasarkan peraturan yang berlaku yang relevan dengan tuntutan global. Perlu adanya kajian lebih lanjut untuk mengkaji efektivitas penerapan kurikulum berbasis dunia usaha dan dunia industri.
Cite
CITATION STYLE
Rianto, J., Kamil, M., Putry, W. A., & Bahri, S. (2022). The Relevance of the Higher Education Curriculum in the Development of the World of Work and the Industrial Sector: The Case of Universitas Islam Syekh-Yusuf. Society, 10(1), 110–125. https://doi.org/10.33019/society.v10i1.408
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.