Living Hadis Tradisi Baburu Kandiak Pada Masyarakat Minangkabau

  • Febriyanti B
N/ACitations
Citations of this article
35Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini mengenai tradisi baburu kandiak di Minangkabau, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Penelitian ini bertujuan mengetahui hadis-hadis yang dijadikan pijakan dalam berburu dan untuk mengetahui peran hadis serta impilaksi hadis dalam proses berburu pada tradisi Minangkabau. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipasi serta wawancara. Hasil penelitian menunjukkan berburu dengan anjing menjadi kebiasaan masyarakat Minangkabau khususnya daerah Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Anjing yang dipelihara diperlakukan dengan baik untuk menjaga rumah, ternak, sawah, ladang, serta digunakan sebagai hewan pemburu babi yang merusak lahan pertanian serta pemukiman penduduk. Kegiatan berburu babi dilakukan oleh laki-laki baik muda maupun paruh baya, dari perdesaan maupun perkotaan. Objek buruan adalah binatang-binatang yang meresahkan dan merugikan masyarakat disektor pertanian dan perkebunan seperti babi hutan. Simpulan penelitian menunjukan masyarakat Minangkabau tidak melandaskan aktivitas tradisi baburu kandiak pada hadis Nabi Muhammad SAW. Internalisasi nilai hadis terhadap tradisi berburu pada masyarakat Minangkabau adalah warga yang beragama Islam tidak memakan babi hasil buruan. Hewan buruan dimakan oleh anjing pemburu. Hadis Nabi Muhammad SAW menjelaskan berburu menggunakan anjing dibolehkan, namun ada syarat yang harus dipenuhi. Beberapa ulama berpendapat, hasil buruan harus dibersihkan terlebih dahulu dengan air hingga tujuh kali. Ulama lain berpendapat hasil buruan tidak perlu dicuci dan halal untuk dimakan. Baburu kandiak di Minangkabau tidak digunakan untuk dikonsumsi, melainkan untuk melindungi kawasan pertanian dari hama babi hutan. Fungsi manifes baburu kandiak sebagai berikut: Pertama, gotong royong membasmi hama babi; Kedua, olahraga dan menjaga kesehatan; Ketiga, rekreasi dan wisata.

Cite

CITATION STYLE

APA

Febriyanti, B. F. (2021). Living Hadis Tradisi Baburu Kandiak Pada Masyarakat Minangkabau. Jurnal Studi Hadis Nusantara, 3(2), 185. https://doi.org/10.24235/jshn.v3i2.9705

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free