Faktor Risiko Kejadian Sick Building Syndrome Pada Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah

  • Wibisono A
  • Nurjazuli N
  • Joko T
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
69Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan, sebanyak 60% pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah mengalami gejala SBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan kualitas lingkungan fisik udara dan karakteristik responden dengan kejadian SBS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 28 orang. Analisis data mencakup univariat, bivariat dan uji statistik menggunakan chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 60,7% pegawai mengalami kejadian SBS (17 orang) dan 39,3% responden tidak mengalami kejadian SBS (11 orang). Tidak ada hubungan antara suhu (p value=0,688), kelembaban (p value=0,396), umur (p value=0,937), dan masa kerja (p value=0,159) dengan kejadian SBS. Sedangkan jenis kelamin (p value=0,038) dan kebiasaan merokok (p value=0,001) berhubungan dengan kejadian SBS . Gejala SBS yang dirasakan berupa kulit kering, hidung berair, bersin, dan gatal, serta mata gatal. Dapat disimpulkan bahwa variabel jenis kelamin dan kebiasaan merokok berpengaruh terhadap kejadian SBS pada pegawai Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah.

Cite

CITATION STYLE

APA

Wibisono, A. R., Nurjazuli, N., Joko, T., & Suhartono, S. (2022). Faktor Risiko Kejadian Sick Building Syndrome Pada Pegawai Dinas Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah. JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal Dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan, 19(2), 275–282. https://doi.org/10.31964/jkl.v19i2.493

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free