Analisis Kinerja Algoritme WRR dengan WLC pada Load Balancing Nginx

  • Baeturohman R
  • Banu Santoso
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Semakin meningkatnya pengunjung website mengakibatkan web server menjadi sibuk merespons permintaan klien. Untuk mengatasi masalah kelebihan beban, penggunaan load balancing menjadi solusi yang efektif. Nginx merupakan aplikasi web server memiliki keunggulan sebagai perangkat lunak sumber terbuka, ringan, dan berkinerja tinggi sebagai HTTP dan reverse proxy. Dalam konteks ini, algoritma penjadwalan menjadi penting untuk menyeimbangkan beban Algoritma penjadwalan seperti Weighted Round Robin (WRR) dan Weighted Least Connection (WLC) menjadi pilihan yang relevan. Pengujian dilakukan dengan mengirimkan 1000, 2000, dan 5000 permintaan dengan bobot server 10:15:20, analisis throughput menunjukkan bahwa algoritma WLC lebih unggul daripada algoritma WRR. WLC mencapai waktu throughput terbaik dengan nilai 108.988 Kbits/sec. Parameter respon time menunjukkan bahwa algoritma WRR memiliki kinerja lebih baik, dengan waktu rata-rata respon sebesar 2.761ms. Untuk parameter packet loss, algoritma WRR juga menunjukkan hasil yang lebih baik, dengan rata-rata nilai packet loss sebesar 56%.

Cite

CITATION STYLE

APA

Baeturohman, R., & Banu Santoso. (2024). Analisis Kinerja Algoritme WRR dengan WLC pada Load Balancing Nginx. Indonesian Journal of Computer Science, 13(1). https://doi.org/10.33022/ijcs.v13i1.3577

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free