ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF

  • Rohmayani Y
  • Kosasih A
  • Syabana M
N/ACitations
Citations of this article
27Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Lidah merupakan cikal bakal utama tersebarnya ujaran kebencian, cacian, hinaan, makian, hingga ungkapan-ungkapan kasar dan rasial beredar menyakiti hati orang. Oleh karena itu, penting untuk menjaga lidah sesuai dengan etika penggunaannya. Artikel ini mengkaji tentang etika penggunaan lidah yang tertuang dalam Naskah Serat Tasawuf. Metode penelitian adalah deksriptif-analitik dengan jenis penelitian kualitatif. Kandungan naskah ST dikaji dan didialogkan dengan teks-teks keagamaan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anjuran penggunaan lidah dalam naskah ST terangkai dalam 5 hal, yaitu agar lidah digunakan dalam: banyak berdzikir, rajin membaca al-Quran, berdakwah, amar maruf nahi munkar, serta berdoa. Sedangkan larangan penggunaan lidah dalam naskah ST terurai pada 8 hal, yaitu: jangan berbohong, jangan mengingkari janji, jangan ghibah, jangan menyela omongan orang lain, jangan sombong, jangan melaknat, jangan mendoakan keburukan, jangan bersenda gurau berlebihan.

Cite

CITATION STYLE

APA

Rohmayani, Y., Kosasih, A., & Syabana, M. N. (2023). ETIKA PENGGUNAAN LIDAH DALAM NASKAH SERAT TASAWUF. Jurnal Kajian Budaya Dan Humaniora, 5(2), 187–193. https://doi.org/10.61296/jkbh.v5i2.156

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free