Abstract
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan galur multiresisten dari bakteri S. aureus dengan tingkat mortalitas mencapai 30-50% pada manusia. Penurunan kepekaan MRSA terhadap vankomisin, drug of choice dari infeksi MRSA, menjadikan MRSA sebagai patogen resisten antimikroba prioritas untuk penelitian dan perkembangan terapi. Pada awal tahun 1970, transmisi MRSA antar hewan dan manusia pertama kali dilaporkan. Hal ini disusul dengan penemuan livestock-associated MRSA (LA-MRSA) pada tahun 2003 dengan tipe ST-398. Dokter hewan, peternak, dan pemerah susu memiliki tingkat kolonisasi MRSA yang lebih tinggi karena kedekatan hubungan dengan ternak. Perlunya identifikasi rute transmisi potensial, faktor resiko yang dapat menyebabkan transmisi MRSA antar ternak dan manusia, serta pencegahannya menjadi dasar dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini dilakukan dengan menganalisis literatur terkait yang didapat dari online database Google Scholar dan PubMed, berdasarkan kriteria penelitian yang telah ditentukan. Rute transmisi potensial yang dilaporkan meliputi kontak langsung dan transmisi melalui udara (airborne). Beberapa faktor resiko seperti kontak langsung dengan ternak, penggunaan antibiotik sebagai growth promoter, serta tinggal pada daerah yang dekat dengan kawasan peternakan dapat menyebabkan transmisi MRSA antar ternak dan manusia. Penggunaan masker, penerapan higiene dan sanitasi yang baik, dan screening kolonisasi MRSA pada ternak dan manusia, merupakan beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah transmisi MRSA antar ternak dan manusia.
Cite
CITATION STYLE
Utami, I. B., Windria, S., & Cahyadi, A. I. (2023). Kajian Pustaka: Potensi Transmisi Methicillinr Resistant Staphylococcus aureus Antar Ternak dan Manusia. Jurnal Veteriner, 23(4), 573–586. https://doi.org/10.19087/jveteriner.2022.23.4.573
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.