A Phenomenological Study of Child Neglect in a Family Entangled in Loan Sharks' Debt in Ngajum Village, Malang Regency

  • Rahmawati D
  • Ahmad Ridwan
  • Diyah Utami
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Child neglect in families caught up in loan shark debt is an increasingly worrying social phenomenon in Ngajum Village, Malang District. Economic pressure due to loan shark debt not only disrupts the financial stability of the family, but also has an impact on neglecting the physical and psychological needs of children. This study aims to understand parents' subjective experiences of child neglect due to the pressure of loan shark debt. This research employs a qualitative approach, utilizing Edmund Husserl's phenomenological method through in-depth interviews and participatory observation of selected informants. The results show that the burden of debt causes family dysfunction, with the main focus of parents on debt repayment, so that the needs of children are neglected. Children experience emotional uncertainty, minimal communication with parents, physical and psychological abuse, and limited fulfillment of basic needs. Furthermore, this study reveals that the experience of neglect committed by parents due to loan sharks' debts contributes to social stigmatization, internal justification for neglect, and emotional disconnection between parents and children. These findings highlight the importance of enhancing financial literacy in families to prevent its impact on child neglect. This research contributes to broadening the understanding of the impact of loan shark debt on family dynamics from a phenomenological perspective and encourages the birth of social interventions that are more empathetic and contextual.Penelantaran anak pada keluarga yang terjerat utang rentenir menjadi fenomena sosial yang semakin mengkhawatirkan di Desa Ngajum, Kabupaten Malang. Tekanan ekonomi akibat utang rentenir tidak hanya mengganggu stabilitas keuangan keluarga, tetapi juga berdampak pada terabaikannya kebutuhan fisik dan psikis anak. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pengalaman subjektif orang tua mengenai pengabaian anak akibat tekanan hutang rentenir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi Edmund Husserl, melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif terhadap informan terpilih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beban hutang menyebabkan disfungsi keluarga, dengan fokus utama orang tua pada pelunasan hutang, sehingga kebutuhan anak terabaikan. Anak mengalami ketidakpastian emosi, minimnya komunikasi dengan orang tua, kekerasan fisik dan psikis, serta terbatasnya pemenuhan kebutuhan dasar. Lebih lanjut, penelitian ini mengungkapkan bahwa pengalaman penelantaran yang dilakukan oleh orang tua akibat utang rentenir berkontribusi pada stigmatisasi sosial, pembenaran internal atas penelantaran, dan pemutusan hubungan emosional antara orang tua dan anak. Temuan ini menekankan pentingnya penguatan literasi keuangan dalam keluarga agar tidak berdampak pada penelantaran anak. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai dampak utang rentenir terhadap dinamika keluarga dari perspektif fenomenologi, dan mendorong lahirnya intervensi sos

Cite

CITATION STYLE

APA

Rahmawati, D., Ahmad Ridwan, & Diyah Utami. (2025). A Phenomenological Study of Child Neglect in a Family Entangled in Loan Sharks’ Debt in Ngajum Village, Malang Regency. Jurnal Antropologi: Isu-Isu Sosial Budaya, 27(2), 299–308. https://doi.org/10.25077/jantro.v27.n2.p299-308.2025

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free