Abstract
Berkembangnya desa wisata dengan memanfaatkan terasering sawah sebagai daya tarik wisata, menimbulkan dampak berupa pergeseran nilai estetis, bentuk, fungsi, dan makna dari terasering sawah. Pergeseran nilai estetis, bentuk, fungsi, dan makna menjadi fokus dalam penelitian ini. Penelitian ini mempergunakan metode tinjauan pustaka berdasarkan analisis estetika postmodern. Penelitian ini menemukan dengan dijadikannya terasering sawah sebagai daya tarik wisata di Desa Wisata Jatiluwih, telah menimbulkan pergeseran pada nilai ekonomi, nilai hiburan, nilai estetis, dan nilai religius. Aspek bentuk, terjadi pergeseran akibat dipergunakannya bahan-bahan yang berasal dari luar desa setempat sebagai pelengkap terasering sawah. Aspek fungsi, tidak terjadi pergeseran, karena terasering sawah tetap dipergunakan sebagai sarana menyalurkan air oleh subak. Aspek makna, dengan dijadikannya terasering sawah sebagai daya tarik wisata menimbulkan makna estetis berupa penyaluran rasa estetis petani pada saat membuat terasering sawah, makna lingkungan berupa pelestarian terasering sawah, serta makna budaya berupa berkembangnya budaya global sebagai akibat dijadikannya terasering sawah sebagai daya tarik wisata di desa wisata.
Cite
CITATION STYLE
Prasiasa, D. P. O., & Diyah Sri Widari, D. A. (2021). Kajian Estetika Postmodern Terasering Sawah Di Desa Wisata Jatiluwih Sebagai Daya Tarik Wisata. Mudra Jurnal Seni Budaya, 36(3), 375–385. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1405
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.