Abstract
Trend perkembangan teknologi informasi dengan New Media yang berbasis Big Data memicu banyaknya tindakan yang mengabaikan etika dalam aktivitas komunikasi pada proses belajar mengajar di sekolah negeri maupun swasta. Tindakan ini menjadi tantangan untuk peningkatan kualitas pendidikan dari aspek sumber daya manusia. Terdapat berbagai macam perilaku negatif peserta didik baik secara individu maupun berkelompok pada pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang tidak mengikuti perkembangan kreativitas peserta didik. Tulisan ini bertujuan mengkaji etika komunikasi Islami dalam proses belajar mengajar di Sekolah Al-Fityan School Tanggerang. Penelitian etika komunikasi Islami penting ditindak lanjuti untuk menjaga pendidikan berkualitas dalam konteks pembangunan berkelanjutan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pola Action Research serta melakukan Partisipant Obervasion untuk menghimpun data-data yang berkenaan dengan etika komunikasi yang Islami, kemudian penulis analisis dan simpulkan sebagai solusi yang diberikan kepada Sekolah Al-Fityan School Tanggerang dalam membina etika komunikasi Islami yang baik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa, guru berperan penting dalam membina etika komunikasi secara islami yakni (1) Komunikasi yang dasar pada kebenaran dan kesabaran, (2) Guru mengajarkan filterisasi kepada peserta didik dalam menerima informasi dari media sosial, (3) Guru mendidik siswanya menghindari sikap saling olok atau bullying, (4) Guru memerankan dalam berkomunikasi dengan cara dan bahasa yang baik.
Cite
CITATION STYLE
Dalmeri, D., Nuriah, Y., & Supadi, S. (2025). Etika Komunikasi Islami untuk Membangun Pendidikan Berkualitas di Sekolah. Prosiding Konferensi Berbahasa Indonesia Universitas Indraprasta PGRI, 452–458. https://doi.org/10.30998/kibar.28-10-2024.8077
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.