Abstract
ABSTRAK Menara absorber merupakan suatu bejana yang berfungsi untuk mengurangi kadar gas karbondioksida (CO 2) yang merupakan impurities dari syngas. Senyawa CO 2 yang berlebih dapat mengganggu keberlangsungan proses pada peralatan selanjutnya serta mengurangi kinerja dari katalis. Salah satu metode untuk meminimalisir kandungan CO 2 yakni benfield system, dimana syngas yang kaya kandungan gas CO 2 dikontakan dengan larutan Pottasium Carbonate (K 2 CO 3) dengan kondisi operasi tekanan tinggi dan temperatur rendah. Pada proses absorbsi gas CO 2 slip yang diizinkan maksimum 0,16% dimana terdapat solvent yang berlebih karena pada kondisi operasi aktual CO 2 slip sebesar 0,11% dan penggunaan solvent untuk lean dan semilean Benfield sebesar 166,31 m 3 dan 1431,36 m 3. Untuk meminimalisir kebutuhan larutan K 2 CO 3 dengan menggunakan kurva kesetimbangan yang dibandingkan dengan kurva garis operasi larutan K 2 CO 3. Berdasarkan hasil perhitungan kebutuhan lean dan semilean Benfield sebesar 118,75 m 3 dan 1412,51 m 3 dengan CO 2 slip sebesar 0,14% atau sebesar 6,73 kmol/jam. Hasil optimasi tersebut disimulasikan pada ASPEN PLUS V8.8 maka didapat nilai CO 2 slip sebesar 0,12% atau sebesar 6,20 kmol/jam. Dari hasil optimasi tersebut maka didapat penghematan penggunaan Benfield sebesar US$ 40886/make up atau Rp 587.000.000 /make up dengan kurs 1 $ pada 17 Juni 2019 sebesar Rp 14.357,- .
Cite
CITATION STYLE
Novandy, A., & Arpendo, D. (2020). Optimasi Penggunaan Benfield / Pottasium Carbonate (K2CO3) pada Menara Absorber E-101 CO2 Removal Di Departemen Produksi IA PT Petrokimia Gresik. Jurnal Nasional Pengelolaan Energi MigasZoom, 2(1), 06–18. https://doi.org/10.37525/mz/2020-1/246
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.