Tiang Pondasi Beton Bertulang Bambu Versus Kayu Mahang yang digunakan di Tanah Gambut

  • Abrar A
N/ACitations
Citations of this article
15Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Upaya untuk menambah kerapatan tanah gambut salah satunya adalah dengan menggunakan tiang pancang cerucuk kayu.Pondasi cerucuk kayu digunakan untuk meneruskan beban bangunan yang terletak di atas air atau tanah lunak, sehingga pondasi bangunan mampu memberikan dukungan yang cukup untuk mendukung beban tersebut oleh gesekan dinding tiang dengan tanah sekitar, dan untuk mendukung pondasi bangunan yang permukaan tanahnya mudah tergerus air.Untuk menggantikan kontribusi pengunaan kayu mahang yang semakin hari susah didapat maka beton bertulang bambu sebagai pengganti kayu mahang yang dapat menjadi pilihan untuk diaplikasikan pada pondasi cerucuk rumah sederhana, yang kemudian hari dapat sebagai alternatif pada masyarakat khususnya di kota Dumai.Penelitian ini dengan melakukan eksperimen dengan membuat sejumlah benda uji dalam bentuk tiang beton bertulang bambu dengan ukuran ϕ10 cm dengan bentang 300 cm. Tiang beton bertulang bambu yang diuji ditumpu dengan tumpuan sederhana.Dengan pengujian tiang beton bertulang bambu pada jarak 1/3 dari bentang tiang beton bertulan. Proporsi campuran yang digunakan adalah perbandingan berat yang setara dengan perbandingan volume dengan beton K- 175.Dari hasil penelitian yang membuat alternatif untuk menambah daya dukung tanah di tanah gambut ini, bisa dipakai sebagai alternatif pengganti kayu mahang yang sulit didapatkan, serta menjaga ekosistim alam tanpa menebang kayu mahang sebagai sumber oksigen di daerah gambut.

Cite

CITATION STYLE

APA

Abrar, A. (2017). Tiang Pondasi Beton Bertulang Bambu Versus Kayu Mahang yang digunakan di Tanah Gambut. JURNAL UNITEK, 9(2), 1–8. https://doi.org/10.52072/unitek.v9i2.56

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free