Abstract
Hutan tanaman sejenis (Monokultur) telah diketahui mempunyai tingkat kerawanan terhadap kebakaran yang tinggi, karena kondisinya yang homogen dan terbuka, serta ketersediaan bahan bakar yang melimpah. Hutan tanaman dengan jenis campuran diduga memiliki tingkat kerawanan lebih rendah terhadap kebakaran. Penelitian di BKPH Bayah, di KPH Banten ini bertujuan untuk mengetahui kerawanan hutan campuran terhadap kebakaran serta mendapatkan jenis tanaman yang baik untuk dikembangkan sebagai tanaman sekat bakar, guna melindungi hutan tanaman dari kerusakan akibat kebakaran hutan. Metode penelitian ini adalah dengan membandingkan kerawanan hutan tanaman campuran terhadap hutan alam dan hutan tanaman monokultur. Sedangkan untuk jenis tanaman sekat bakar dipilih yang terbaik berdasarkan kriteria fisik tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerawanan terhadap kebakaran hutan alam yang terendah dan untuk hutan tanaman campuran tingkat kerawanannya terhadap kebakaran tidak banyak berbeda dengan hutan tanaman sejenis monokultur. Berdasarkan pengamatan dan analisa, jenis lamtoro (Leucaena glauca Bth.) mempunyai potensi yang terbaik sebagai tanaman sekat bakar.
Cite
CITATION STYLE
Wibowo, A. (2005). KERAWANAN HUTAN TANAMAN CAMPURAN TERHADAP KEBAKARAN DAN PEMILIHAN JENIS TANAMAN SEKAT BAKAR DI BAGIAN KESATUAN PEMANGKUAN HUTAN BAYAH, BANTEN. Jurnal Penelitian Hutan Dan Konservasi Alam, 2(3), 205–213. https://doi.org/10.20886/jphka.2005.2.3.205-213
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.