Abstract
Fotografi jurnalistik menjadi seni pendokumentasian dan pengarsipan yang mengandung nilai berita sehingga penayangannyapun harus berdasar pada nilai realitas yang ada. Editing yang berlebihan di meja redaktur foto dapat merubah unsur realitas yang ada sehingga dapat mengakibatkan terhambatnya pesan yang akan disampaikan kepada khalayak, oleh karena itu foto jurnalistik harus selalu mengedepankan unsur realitas sebagai pertanggungjawaban fotografer, redaktur dan media kepada masyarakat agar tidak menggiring opini yang multi interpretatif
Cite
CITATION STYLE
Jati, N. K. (2018). Hiperrealitas Fotografi Jurnalistik. Nirmana, 17(1), 16. https://doi.org/10.9744/nirmana.17.1.16-21
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.