EFEKTIVITAS VENTILASI BAWAH TERHADAP KENYAMANAN DAN PMV (PREDICTED MEAN VOTE) PADA GEREJA KATEDRAL, SEMARANG

  • Sekatia A
N/ACitations
Citations of this article
21Readers
Mendeley users who have this article in their library.
Get full text

Abstract

Kota Semarang masih memiliki bangunan yang menggunakan ventilasi bawah, salah satunya adalah Gereja Katedral Semarang. Pengukuran suhu udara, temperatur efektif, kelembaban udara, kecepatan angin, PMV (Predicted Mean Vote) dan PPD (Predicted Percentage of Dissatisfied)dilaksanakan pada 5 waktu ibadah dengan perlakuan yang berbeda untuk membuktikan bahwa ventilasi bawah dapat mempengaruhi kenyamanan termal. Disimpulkan bahwa titik dimana terdapat ventilasi bawah (titik A, C, G, dan I) memiliki temperatur efektif dan kelembaban udara yang lebih rendah dari titik lain, dan kecepatan udara lebih tinggi dari titik lain. Responden merasa nyaman pada keempat titik tersebut.Titik paling nyaman menurut responden adalah titik I dengan TE berkisar 24,95˚C, kelembaban udara berkisar 78,9%, kecepatan udara berkisar 0,28 m/s, PMV berkisar -0,09 dan PPD berkisar 16,8%. Dengan begitu keadaan ventilasi bawah terbuka terbukti mempengaruhi kenyamanan termal dan membuat kenyamanan termal dapat tercapai. Kata Kunci : Gereja, Ventilasi, PMV, PPD, Kenyamanan Termal

Cite

CITATION STYLE

APA

Sekatia, A. (2015). EFEKTIVITAS VENTILASI BAWAH TERHADAP KENYAMANAN DAN PMV (PREDICTED MEAN VOTE) PADA GEREJA KATEDRAL, SEMARANG. AGORA:Jurnal Penelitian Dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti, 15(2). https://doi.org/10.25105/agora.v15i2.2026

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free