PENGARUH UMUR, POSISI BATANG DAN TINGKAT KEKERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUALITAS PENGERINGAN BAMBU ANDONG

  • Saefudin S
  • Efrida Basri E
  • Hadjib N
N/ACitations
Citations of this article
22Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh umur, posisi batang dan tingkat kekeringan terhadap sifat fisik dan kualitas pengeringan bambu andong. Sifat fisik yang diuji dalam penelitian adalah kadar air segar, kerapatan dan penyusutan pada arah tebal dan lebar bilah batang pada 3 tingkat kekeringan bambu.. Metoda pengeringan yang digunakan adalah metode pengeringan alami dan metode pengeringan oven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bambu andong utuh umur 3 tahun yang dikeringkan kualitasnya kurang baik dibandingkan dengan bambu yang berumur 5 tahun. Penyusutan dimensi pada bambu berumur 3 tahun, baik pada arah tebal maupun lebar bilah batang sangat tinggi, sehingga batang bambu yang dikeringkan menjadi keriput/kolap. Ini disebabkan pada bambu berumur 3 tahun, kadar air segar lebih tinggi, porsi berkas pembuluh lebih rendah dan porsi parenkim lebih tinggi dibandingkan bambu umur 5 tahun.

Cite

CITATION STYLE

APA

Saefudin, S., Efrida Basri, E. B., & Hadjib, N. (2009). PENGARUH UMUR, POSISI BATANG DAN TINGKAT KEKERINGAN TERHADAP SIFAT FISIK DAN KUALITAS PENGERINGAN BAMBU ANDONG. Jurnal Penelitian Hasil Hutan, 26(4), 289–298. https://doi.org/10.20886/jphh.2008.26.4.289-298

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free