Abstract
Era digital telah mengubah cara dakwah disampaikan, dengan media sosial menjadi sarana utama dalam menjangkau audiens yang lebih luas. Platform seperti YouTube, Instagram, Facebook, TikTok, dan Twitter memungkinkan dakwah disampaikan secara kreatif dan interaktif melalui berbagai format seperti video, infografis, dan tulisan. Media sosial juga memungkinkan interaksi langsung antara dai dan jamaah, serta penyebaran nilai-nilai Islam secara lebih efektif. Namun, dakwah di media sosial menghadapi tantangan seperti misinformasi, konten yang kurang terverifikasi, kritik, serta komersialisasi dakwah. Meskipun demikian, media sosial tetap memberikan peluang besar dalam meningkatkan kualitas dakwah, memperluas jangkauan pesan, serta meningkatkan kesadaran keislaman di masyarakat. Oleh karena itu, pemanfaatan media sosial dalam dakwah harus dilakukan dengan strategi yang tepat agar tetap memberikan manfaat yang optimal bagi umat.
Cite
CITATION STYLE
Hasbi, M., Sucitra, S., & Fadillah, A. (2024). Peran Media Sosial Dalam Dakwah: Tantangan dan Peluang di Era Digital. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 4(2), 17–23. https://doi.org/10.31004/joecy.v4i2.135
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.