PEMANFAATAN KULIT KAYU ANGSANA (Pterocarpus indicus) SEBAGAI SUMBER ZAT WARNA ALAM PADA PEWARNAAN KAIN BATIK SUTERA

  • Lestari D
  • Satria Y
N/ACitations
Citations of this article
9Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Telah dilakukan penelitian pemanfaatan kulit kayu angsana (Pterocarpus indicus) sebagai sumber zat warna alam (ZWA) untuk pewarnaan kain batik sutera. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas pewarnaan alami dari kulit kayu angsana pada kain batik sutera. Ekstraksi ZWA dilakukan dengan pelarut air dengan variasi suhu ekstraksi 75°C dan 100°C. Pewarnaan zat warna alam kemudian diaplikasikan pada kain batik sutera pada kondisi pencelupan asam (pH 4) dan basa (pH 10). Mordan awal yang digunakan adalah tawas dan jirak. Diakhir pewarnaan alam dilakukan mordan akhir dengan menggunakan tawas dan tunjung. Berdasar hasil penelitian, kulit kayu angsana terbukti dapat digunakan sebagai sumber zat warna alam untuk batik sutera. Arah warna yang dihasilkan adalah coklat tua pada suasana pencelupan asam dengan mordan akhir tunjung, coklat kemerahan pada suasana pencelupan asam mordan akhir tawas, coklat kemerahan pada suasana pencelupan basa mordan akhir tawas dan coklat tanah pada suasana pencelupan basa dengan mordan akhir tunjung. Hasil uji ketahanan luntur warna terhadap pencucian dari sampel pewarnaan menunjukkan skala 4-5 (baik). Kata kunci: kulit kayu angsana, mordan alam, jirak, batik warna alam, batik sutera

Cite

CITATION STYLE

APA

Lestari, D. W., & Satria, Y. (2017). PEMANFAATAN KULIT KAYU ANGSANA (Pterocarpus indicus) SEBAGAI SUMBER ZAT WARNA ALAM PADA PEWARNAAN KAIN BATIK SUTERA. Dinamika Kerajinan Dan Batik: Majalah Ilmiah, 34(1), 35. https://doi.org/10.22322/dkb.v34i1.2765

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free