Meristem Culture Method for Virus Elimination from Shallot Bulb

  • Putri P
  • Dinarti D
  • Hidayat S
N/ACitations
Citations of this article
12Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Petani bawang merah di Indonesia menggunakan umbi hasil panen sebagai sumber benih untuk musim tanam berikutnya. Hal tersebut dapat menyebabkan akumulasi virus pada umbi meningkat dan menjadi penyebab terjadinya penurunan produktivitas tanaman. Penelitian dilakukan dengan tujuan mengoptimasi metode kultur meristem yang dikombinasikan dengan teknik termoterapi (30 ºC) untuk menghasilkan umbi bawang merah yang bebas virus. Umbi bawang merah cv. Bima Curut yang sudah dikonfirmasi terinfeksi Potyvirus dan Carlavirus digunakan sebagai bahan eksplan. Sterilisasi umbi dilakukan secara bertahap menggunakan bakterisida, fungisida, dan sodium hipoklorit. Tunas meristem berukuran 0.6 sampai 0.7 mm diisolasi dari umbi dan ditanam berturut-turut pada medium penginduksi tunas, akar, dan umbi sampai terbentuk umbi mini. Umbi mini selanjutnya ditanam di rumah kasa sampai terbentuk umbi mikro. Hasil deteksi virus dengan metode reverse transcription polymerase chain reaction mengonfirmasi bahwa plantlet pada tahap multiplikasi dan tanaman di rumah kasa bebas dari infestasi Potyvirus dan Carlavirus. Penelitian ini menunjukkan bahwa metode kultur meristem yang dikombinasi dengan termoterapi potensial menghasilkan umbi bawang merah bebas virus.

Cite

CITATION STYLE

APA

Putri, P. H., Dinarti, D., & Hidayat, S. H. (2022). Meristem Culture Method for Virus Elimination from Shallot Bulb. Jurnal Fitopatologi Indonesia, 16(4), 185–189. https://doi.org/10.14692/jfi.16.4.185-189

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free