Abstract
Abstrak Abu sekam padi umumnya mengandung silika (SiO 2) sebesar 86,90-97,30% dan sejumlah kecil alkali dan logam pengotor. Kata Kunci : sekam padi, silikat, natrium silika, FTIR, EDX 1. PENDAHULUAN Padi merupakan produk utama pertanian di negara-negara agraris termasuk Indonesia. Penggilingan padi menghasilkan 72% beras, 5-8% dedak, dan 20-22% sekam (Warsito dkk, 2006). Sekam padi merupakan lapisan keras yang membungkus kariopsis butir gabah, terdiri atas dua belahan yang disebut lemma dan palea yang saling bertautan (Umah, 2010). Sekam padi terdiri atas 34-44% selulosa, 23-30% lignin, 13-39% abu, dan 8-15% air. Abu sekam padi umumnya mengandung silika (SiO 2) sebesar 86,90-97,30% dan sejumlah kecil alkali dan logam pengotor. Komponen kimia yang terdapat pada abu sekam padi antara lain K 2 O 0,58-2,50%; Na 2 O 0,00-1,75%; CaO 0,20-1,50%; MgO 0,12-1,96%; Cl ~0,42%; Fe 2 O 3 ~0,54%; SO 3 0,1-1,13%; P 2 O 5 0,2-2,85%; dan SiO 2 86,90-97,30% (Umah, 2010). Silika atau silikon dioksida (SiO 2) merupakan senyawa yang banyak ditemukan dalam bahan galian yang disebut pasir kuarsa. Pasir kuarsa mempunyai komposisi gabungan dari SiO
Cite
CITATION STYLE
Trivana, L., Sugiarti, S., & Rohaeti, E. (2015). SINTESIS DAN KARAKTERISASI NATRIUM SILIKAT (NA2SIO3) DARI SEKAM PADI. Jurnal Sains &Teknologi Lingkungan, 7(2), 66–75. https://doi.org/10.20885/jstl.vol7.iss2.art1
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.