Abstract
Balm is a topical preparation commonly used to relieve muscle pain through a warming effect. The innovation of balm in stick form offers more prac tical and hygienic application. This study aimed to formulate a balm stick from lemongrass (Cymbopogon nardus L.) essential oil, evaluate its physical stability, and conduct a skin irritation test. This experimental study employed steam distil lation and melting methods for preparation. Three balm stick formulations were developed based on varying concentrations of lemongrass essential oil: FI (20%), FII (25%), and FIII (30%). Stability tests included organoleptic observation, ho mogeneity, pH measurement, spreadability, and skin irritation assessment. Results showed that all formulations maintained stable color, aroma, and form for up to one week of storage. All three formulations exhibited good homogeneity and pH values within the skin standard (pH 5). The spreadability test indicated good ad herence to the skin, and no irritation was observed before or after storage. In conclusion, variations in essential oil concentration can be successfully formulat ed into an aromatherapy balm stick for muscle pain relief. The concentration all variations did not affect the stability of the preparations, and all formulations passed the skin irritation test, supporting their use as topical aromatherapy and muscle pain relief products. Balsem adalah sediaan topikal yang digunakan untuk meredakan nyeri otot melalui efek hangat. Inovasi bentuk balsem stick menawarkan penggunaan yang lebih praktis dan higienis. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi balsem stick dari minyak atsiri sereh merah (Cymbopogon nardus L. Rendle), menguji stabilitas fisik, serta melakukan uji iritasi pada kulit. Jenis penelitian ini adalah eksperimental dengan metode pembuatan meliputi destilasi uap-air dan peleburan. Minyak atsiri sereh merah (Cymbopogon nardus L.Rendle.) sebanyak 12ml (10 g) dengan persen rendamen 0,386% sebagai zat aktif untuk pembuatan balsem stick disusun berdasarkan variasi konsentrasi minyak atsiri sereh merah, yaitu FI (20%), FII (25%), dan FIII (30%). Uji stabilitas meliputi pengamatan organoleptis, homogenitas, pH, daya oles, dan iritasi kulit. Hasil menunjukkan seluruh formula memiliki stabilitas warna, aroma, dan bentuk yang baik hingga satu minggu penyimpanan. Ketiga formulasi juga menunjukkan homogenitas yang baik dan pH sesuai standar kulit yaitu pH 5. Daya oles pada seluruh sediaan menunjukkan kemampuan menempel yang baik pada kulit, dan tidak menimbulkan iritasi baik sebelum maupun sesudah penyimpanan. Kesimpulannya berdasarkan penelitian yang telah dilakukan semua variasi konsentrasi dapat diformulasikan menjadi balsem stick aromaterapi dan pereda nyeri otot, variasi konsentrasi tidak mempengaruhi kestabilan sediaan, uji iritasi ketiganya dapat digunakan sebagai sediaan topikal aromaterapi dan pereda nyeri otot.
Cite
CITATION STYLE
Labobar, L. W., & Ibrahim, M. (2025). Formulation and stability test of stick balm preparation from red lemongrass (cymbopogon nardus L.) essential oil as aromatherapy and muscle pain reliever. JURNAL LENTERA ILMIAH KESEHATAN, 3(2), 1–9. https://doi.org/10.52120/jlik.v3i2.121
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.