Empowering Communities Through the Desa Berdaya Program: Lessons from Bligo Village

  • Orbawati E
  • Fadlurrahman F
  • Sujatmiko S
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
34Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Desa Berdaya (Empowered Village) is an acceleration initiative in rural areas utilizing an integrated approach encompassing capacity building, economy, health, education, environment, and disaster preparedness. Its primary aim is to foster and develop local institutions to address community issues. This study seeks to portray the success of community empowerment through the Desa Berdaya program in Bligo Village, initiated by the private organization Rumah Zakat, by analyzing the 5P empowerment strategies: enabling, strengthening, protecting, supporting, and maintaining. A qualitative method with a case study approach was employed. Data collection was conducted using in-depth interviews, focus group discussions, observations, and documentation. Informants were selected purposively, including Bligo Village Government officials, Rumah Zakat facilitators, women’s farming groups, the Bligo Beriman waste bank, entrepreneurs, and local community members, totaling ten informants. The findings reveal that the implementation of the Desa Berdaya program in Bligo Village does not follow specific criteria but is based on program facilitators’ recommendations, often prioritizing their home villages. Based on the 5P empowerment strategy, the enabling stage involved dialogues with the village head, community leaders, and other key members deemed capable of implementing the Desa Berdaya program. During the strengthening stage, formal groups were formed, and collaborations with various internal and external parties were initiated. The protection stage was realized by issuing official decrees for the established groups, along with financial support from Rumah Zakat, Bligo Village Government, and the Magelang Regency Agricultural Office. The supporting stage was conducted through facilitation and guidance provided by program facilitators to the community. Finally, the maintenance stage was carried out by fostering a conducive atmosphere within the empowerment groups. The Desa Berdaya program positively impacts Bligo Village, particularly in social, health, environmental, and economic aspects. The reactivation of community groups and the establishment of a waste bank, which remains well-managed, are among the significant outcomes. The people of Bligo Village have become increasingly critical in addressing social and economic issues in their community due to the continuous empowerment process, which persists to this day.Desa Berdaya adalah sebuah inisiatif akselerasi di wilayah pedesaan yang menggunakan pendekatan terintegrasi yang mencakup pengembangan kapasitas, ekonomi, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan kesiapsiagaan bencana. Tujuan utamanya adalah untuk mendorong dan mengembangkan kelembagaan lokal dalam mengatasi permasalahan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan keberhasilan pemberdayaan masyarakat melalui program Desa Berdaya di Desa Bligo yang diinisiasi oleh organisasi privat Rumah Zakat dengan menganalisis strategi pemberdayaan 5P: pemungkinan, penguatan, perlindungan, penyokongan, dan pemeliharaan. Metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus digunakan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, diskusi kelompok terfokus, observasi, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive, termasuk pemerintah Desa Bligo, fasilitator Rumah Zakat, kelompok wanita tani, kelompok bank sampah Bligo Beriman, pelaku usaha, dan masyarakat lokal, dengan total sepuluh informan. Temuan penelitian menunjukkan bahwa implementasi program Desa Berdaya di Desa Bligo tidak mengikuti kriteria khusus melainkan berdasarkan rekomendasi fasilitator program yang sering kali memprioritaskan desa asal mereka. Berdasarkan strategi pemberdayaan 5P, tahap pemungkinan melibatkan dialog dengan kepala desa, tokoh masyarakat, dan anggota kunci lainnya yang dianggap mampu menjalankan program Desa Berdaya. Pada tahap penguatan, kelompok-kelompok formal dibentuk dan kerja sama dengan berbagai pihak internal maupun eksternal mulai dijalin. Tahap perlindungan direalisasikan melalui penerbitan Surat Keputusan resmi bagi kelompok yang telah dibentuk serta dukungan dana dari Rumah Zakat, pemerintah Desa Bligo, dan Dinas Pertanian Kabupaten Magelang. Tahap penyokongan dilakukan melalui fasilitasi dan pembimbingan yang diberikan oleh fasilitator program kepada masyarakat. Akhirnya, tahap pemeliharaan dilaksanakan dengan menjaga suasana kondusif di dalam kelompok pemberdayaan. Program Desa Berdaya memberikan dampak positif di Desa Bligo, khususnya dalam aspek sosial, kesehatan, lingkungan, dan ekonomi. Reaktivasi kelompok masyarakat dan pembentukan bank sampah yang masih terkelola dengan baik adalah beberapa hasil yang signifikan. Masyarakat Desa Bligo semakin kritis dalam menghadapi isu sosial dan ekonomi di desa mereka berkat proses pemberdayaan yang terus berlanjut hingga saat ini.

Cite

CITATION STYLE

APA

Orbawati, E. B., Fadlurrahman, F., Sujatmiko, S., & Mukti, A. (2024). Empowering Communities Through the Desa Berdaya Program: Lessons from Bligo Village. Society, 12(2), 397–414. https://doi.org/10.33019/society.v12i2.445

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free