Perdagangan Satwa Dilindungi Sebagai Bentuk Kejahatan Lingkungan

  • Anindya Khoerunisa A
  • Hisaaby A
  • Alana A
  • et al.
N/ACitations
Citations of this article
23Readers
Mendeley users who have this article in their library.

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis alasan perdagangan satwa yang dilindungi dapat dikualifikasikan sebagai kejahatan lingkungan, bentuk pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku dalam sistem hukum lingkungan Indonesia, serta peran penegakan hukum lingkungan dalam mencegah kepunahan satwa dilindungi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui studi kepustakaan dengan menelaah peraturan perundang-undangan, literatur hukum, buku teks, serta artikel jurnal yang relevan dengan konservasi sumber daya alam hayati dan kejahatan lingkungan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perdagangan satwa dilindungi tidak hanya merupakan pelanggaran pidana semata, melainkan kejahatan lingkungan yang menimbulkan dampak ekologis serius, termasuk kerusakan ekosistem, hilangnya keanekaragaman hayati, dan ancaman kepunahan spesies. Pertanggungjawaban hukum terhadap pelaku dapat dikenakan melalui sanksi administratif, pidana, dan perdata secara simultan. Penelitian ini juga menemukan bahwa peran penegakan hukum lingkungan sangat menentukan efektivitas perlindungan satwa, namun dalam praktik masih menghadapi berbagai kendala, seperti lemahnya efek jera dan rendahnya kesadaran hukum masyarakat. Dampak penelitian ini diharapkan dapat memperkuat perspektif hukum lingkungan dalam penanganan perdagangan satwa dilindungi serta menjadi rujukan bagi pengembangan kebijakan dan penegakan hukum yang lebih komprehensif dan berkelanjutan.This study aims to analyze the reasons why the trade in protected wildlife can be classified as an environmental crime, the forms of legal liability imposed on offenders within the Indonesian environmental law system, and the role of environmental law enforcement in preventing the extinction of protected species. This research employs a normative juridical method with a descriptive qualitative approach. Data were obtained through library research by examining statutory regulations, legal literature, textbooks, and relevant scholarly journal articles related to the conservation of biological natural resources and environmental crimes. The findings indicate that the trade in protected wildlife constitutes not merely an ordinary criminal offense, but an environmental crime that causes serious ecological impacts, including ecosystem degradation, loss of biodiversity, and threats to species extinction. Legal liability for offenders may be imposed through administrative, criminal, and civil sanctions cumulatively. The study also finds that the effectiveness of environmental law enforcement plays a crucial role in protecting wildlife, although in practice it still faces various challenges, such as weak deterrent effects and low public legal awareness. This study is expected to strengthen the environmental law perspective in addressing protected wildlife trade and to serve as a reference for the development of more comprehensive and sustainable policies and law enforcement strategies.

Cite

CITATION STYLE

APA

Anindya Khoerunisa, A., Hisaaby, A., Alana, A., Prameswari, S. T., & Meliyani, Y. (2026). Perdagangan Satwa Dilindungi Sebagai Bentuk Kejahatan Lingkungan. Adagium: Jurnal Ilmiah Hukum, 4(1), 32–54. https://doi.org/10.70308/adagium.v4i1.263

Register to see more suggestions

Mendeley helps you to discover research relevant for your work.

Already have an account?

Save time finding and organizing research with Mendeley

Sign up for free