Abstract
(2301-9271 Print) A846 Abstrak—Selat Bali merupakan perairan yang terletak diantara Pulau Jawa dan Pulau Bali yang merupakan daerah potensial untuk bidang perikanan. Karena letaknya yang dipengaruhi oleh Laut Jawa dan Samudera Hindia ini menyebabkan perairan di Selat Bali mengandung banyak nutrien yang merupakan sumber makanan bagi ikan. Untuk mengoptimalkan potensi tersebut perlu dilakukan pengembangan teknologi penginderaan jauh salah satunya dengan mengidentifikasi suhu permukaan laut (SPL). Suhu optimum antara 20 0 C sampai 30 0 C. SPL didapatkan dari pengolahan data dari citra satelit MODIS. Pengolahan SPL dilakukan menggunakan algoritma Minnet 2001. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pada bulan April 2012 dengan rentang suhu antara 20 0 C sampai 29,94 0 C. Namun terjadi penurunan signifikan pada bulan Oktober 2012 karena menurunnya persebaran suhu yang sesuai dengan kriteria daerah potensi ikan yaitu dengan rentang suhu antara 20,06 0 C sampai 29,34 0 C. Sedangkan pada bulan Mei 2013 SPL cenderung tinggi yaitu pada rentang suhu antara 23,67 0 C sampai 29,97 0 C. Kata Kunci—Daerah Potensi Ikan, MODIS, suhu permukaan laut I. PENDAHULUAN ELAT Bali merupakan perairan yang relatif sempit (sekitar 960 mil atau 1776 km) menghubungkan Laut Flores dan Selat Madura di utara dan Samudera Hindia dibagian selatan. Mulut bagian utara sekitar satu mil dan merupakan perairan yang dangkal (kedalaman sekitar 50 meter), sedangkan di bagian selatan memiliki wilayah yang luas yaitu sekitar 28 mil (51,8 km), merupakan perairan yang dalam. Selat ini adalah salah satu selat yang memiliki fungsi dan peranan penting dalam transportasi laut di Indonesia, yaitu sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Bali. Selat Bali memiliki potensi yang cukup tinggi di bidang perikanan tangkap khususnya perikanan lemuru (Sardinella lemuru) dan masuk dalam bagian WPP (Wilayah Pengelolaan Perikanan) 573. Teknologi penginderaan jauh atau remote sensing dapat digunakan untuk menentukan posisi daerah potensi ikan dengan mengidentifikasi beberapa indikator tingkat kesuburan perairan dan kelimpahan makan bagi ikan. Beberapa parameter yang sering dijadikan indikator tersebut adalah suhu permukaan laut. Suhu permukaan laut dapat diestimasi dengan teknik penginderaan jauh, dimana saat ini algoritma SPL tingkat akurasinya lebih dari 70% [3]. Salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk mendeteksi SPL yaitu citra satelit MODIS. Citra satelit MODIS dipilih karena memiliki luasan sapuan mencapai 2330 km dengan resolusi temporal 1 hari, sehingga data yang ada lebih beragam dan lebih mudah dilakukan pemilihan kawasan yang bebas awan. Untuk mendapatkan SPL dilakukan dengan algoritma dari kombinasi band yang ada pada citra satelit MODIS. Pada algoritma suhu permukaan laut menggunakan algoritma Minnet [5]. Algoritma tersebut menggunakan nilai kecerahan suhu dari band 31 dan 32.
Cite
CITATION STYLE
Zahroh, L., & Sukojo, B. M. (2016). Analisis Suhu Permukaan Laut Untuk Penentuan Daerah Potensi Ikan Menggunakan Citra Satelit Modis Level 1B (Studi Kasus: Selat Bali). Jurnal Teknik ITS, 5(2). https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.17185
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.