Abstract
Higher Order Thinking Skills (HOTS) is the ability to combine facts and ideas in the process of disseminating, spreading, and creating in assessing a fact. HOTS is one of the demands of the 21st century and must be possessed by students. The success of efforts to improve students' HOTS, one of which is in mathematics, is influenced by the assessment practices carried out by teachers. This qualitative study aims to explore mathematics teachers' knowledge of mathematical HOTS and its assessment, assessment practices, and teacher challenges when conducting assessments. This study involved seven mathematics teachers from five Junior High Schools in Malang. Data collection used semi-structured interviews. The data that has been collected is analyzed according to the following steps, namely data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that all mathematics teachers involved in the study believed that equipping junior high school students with HOTS was important. However, knowledge of HOTS among most teachers was still inadequate, contributing to their unpreparedness in assessing HOTS skills. Misunderstandings about higher-order thinking were also revealed, such as the conflict between higher-order thinking and the difficulty of questions. Teachers in this study considered student factors as obstacles in instilling HOTS in mathematics learning in junior high schools, such as low motivation, low cognitive abilities, and low literacy skills. The development of appropriate teacher professional programs is needed to improve teachers' understanding of HOTS assessment and help them develop various HOTS training strategies for junior high school students. ABSTRAK Higher Order Thinking Skills (HOTS) merupakan kemampuan memadukan fakta dan ide dalam proses menganalisis, mengevaluasi, dan mencipta dalam pemberian penilaian terhadap suatu fakta. HOTS merupakan salah satu tuntutan abad-21 dan wajib dimiliki oleh siswa. Keberhasilan upaya peningkatan HOTS siswa salah satunya dalam matematika, dipengaruhi oleh praktik asesmen yang dilakukan oleh guru. Penelitian kualitatif ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengetahuan guru matematika tentang HOTS matematis dan asesmennya, praktik asesmennya, dan hambatan guru ketika melakukan asesmen. Penelitian ini melibatkan tujuh guru matematika dari lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Malang. Pengumpulan data menggunakan wawancara semi terstruktur. Data yang telah dikumpulkan dianalisis sesuai langkah berikut yakni pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua guru matematika yang terlibat dalam penelitian percaya bahwa membekali siswa di SMP dengan HOTS adalah hal yang penting. Namun, pengetahuan tentang HOTS di antara sebagian besar guru masih belum memadai, sehingga berkontribusi terhadap ketidaksiapan mereka dalam menilai keterampilan HOTS. Kesalahpahaman tentang pemikiran tingkat tinggi juga terungkap, seperti mengaitkan pemikiran tingkat tinggi dengan kesulitan soal. Guru dalam penelitian ini menganggap faktor siswa sebagai penghambat dalam penanaman HOTS dalam pembelajaran matematika di SMP, seperti kurangnya motivasi, rendahnya kemampuan kognitif, dan kurangnya kemampuan literasi. Program pengembangan profesi guru yang tepat diperlukan untuk meningkatkan pemahaman guru terhadap penilaian HOTS dan membantu mereka mengembangkan berbagai strategi pembinaan HOTS pada siswa SMP.
Cite
CITATION STYLE
Awantagusnik, A. (2026). ASESMEN HIGHER ORDER THINKING SKILLS (HOTS) SISWA: PENGETAHUAN DAN PRAKTIK GURU MATEMATIKA SMP. SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika Dan IPA, 6(1), 530–540. https://doi.org/10.51878/science.v6i1.9594
Register to see more suggestions
Mendeley helps you to discover research relevant for your work.